Bisnisnews.net || Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jawa Barat melakukan audiensi ke kantor Lemhannas, dan diterima langsung Gubernur Lemhannas Dr. H. Tb. Ace Hasan Syadzily, Senin (13/4/2026).
Audiensi ini antara lain untuk menyampaikan hasil penelitian “Media Habit Gen Z, Perspektif Pancagatra + Psikologi”. Riset tersebut menyimpulkan terjadinya pergeseran interaksi sosial yang signifikan akibat penggunaan media sosial di kalangan generasi Z.
Pada audiensi itu, hadir Ketua KPID Jabar Dr. Adiyana Slamet, Wakil Ketua Dr. Almadina Rachmaniar dan 4 komisioner, Dr. Achmad Abdul Basith, Dr. Lukman M. Fauzi, M. Jalu Priambodo, M.T, dan Dadan Hendaya, M.M. Dari pihak Lemhannas, turut hadir Kabiro Humas Lemhannas Brigjen TNI Muhammad Arif Nur.
Menurut Ketua KPID Jabar, meminjam terminologi yang didengungkan Lemhannas yaitu geocybernetic, penetrasi global untuk menanamkan nilai nilai ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya melalui media berbasis internet begitu luar biasa masifnya.
“Jika negara tidak membuat instrumen regulasi, maka akan mengganggu ketahanan nasional. Ruang siber hari ini menjadi medan baru yang menentukan kuat atau lemahnya ideologi dan budaya bangsa,” ujar Adiyana Slamet.
Gubernur Lemhannas, Dr. H. Tb. Ace Hasan Syadzily, menyambut baik hasil riset tersebut. Ia menilai temuan KPID Jabar relevan dengan fokus Lemhannas dalam menjaga ketahanan nasional di era digital, terutama pada aspek ideologi, politik, sosial, dan budaya.
Kedua lembaga sepakat untuk memperkuat kolaborasi dalam literasi digital dan penyusunan rekomendasi kebijakan. Tujuannya agar penggunaan media oleh generasi muda tetap sejalan dengan penguatan karakter kebangsaan dan ketahanan nasional.***
Editor : M. Nabil
(Aab)