Bisnisnews.net || Pemerintah Kota Sukabumi merilis kondisi terkini keuangan daerah dengan menampilkan posisi kas per akhir triwulan pertama 2026. Informasi tersebut disampaikan melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) lewat unggahan media sosial pada Kamis (9/4/2026).
Dalam rilis itu disebutkan, saldo kas daerah per 31 Maret 2026 berada di angka Rp47.930.921.482. Angka tersebut mencerminkan posisi keuangan daerah setelah realisasi pendapatan dan belanja selama tiga bulan pertama tahun anggaran berjalan.
Kepala Bidang Akuntansi BPKPD Kota Sukabumi, Nurul Leila, memaparkan bahwa total pendapatan daerah hingga Maret 2026 mencapai Rp308.005.470.053. Dari jumlah tersebut, porsi terbesar masih berasal dari dana transfer pemerintah pusat sebesar Rp184.999.758.749, sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) menyumbang Rp29.589.528.828.
Kinerja PAD menunjukkan tren yang cukup positif. Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, realisasi PAD mengalami kenaikan sebesar 11,72 persen, yang didorong oleh peningkatan penerimaan dari sektor pajak serta retribusi daerah.
Di sisi pengeluaran, total belanja daerah hingga akhir Maret tercatat Rp280.620.764.292. Anggaran tersebut digunakan untuk berbagai pos, di antaranya belanja pegawai Rp135.954.457.468, belanja barang dan jasa Rp127.889.301.906, belanja hibah Rp11.796.830.000, serta belanja modal Rp4.980.174.918.
Nurul menegaskan, publikasi data keuangan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Menurutnya, transparansi menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan anggaran daerah.
“Penyampaian informasi ini adalah bentuk komitmen kami dalam mewujudkan pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Dengan adanya keterbukaan tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami kondisi fiskal daerah sekaligus turut mengawasi penggunaan anggaran secara lebih aktif.***(RAF)
Editor : M. Nabil