Bisnisnews.net || Menghadapi ketidakpastian hasil tangkapan laut, para nelayan di kawasan Palabuhanratu mulai melirik potensi sektor pariwisata. Selama tujuh bulan terakhir, Kelompok Usaha Bersama (KUB) Bahari Nusantara Palabuhanratu, nelayan setempat sukses mengoperasikan perahu wisata “Batu Bintang” sebagai sumber pendapatan alternatif. Sabtu, 4 April 2026.
Perahu wisata ini melayani wisatawan setiap Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional. Pada hari-hari biasa, 13 orang anggota kelompok nelayan ini memilih untuk tetap fokus pada rutinitas utama mereka sebagai nelayan pencari ikan.
Tarif: Rp20.000 per orang.
Durasi & Rute: Perjalanan menuju tengah laut memakan waktu sekitar 15 menit. Wisatawan diajak melihat kapal tongkang dari dekat, dan jika beruntung, dapat menyaksikan kawanan lumba-lumba.
Keamanan: Pengelola menjamin aspek keselamatan dengan menyediakan pelampung (life jacket) baik untuk ukuran dewasa maupun anak-anak.
Ketua klub, Sugiarto, dan para anggota berhasil menghadirkan layanan ini berkat kolaborasi modal. Total kebutuhan biaya untuk pengadaan perahu dan peralatan keselamatan mencapai Rp60 juta. Sebanyak Rp40 juta berasal dari dana CSR PLTU Palabuhanratu, sementara sisanya ditutupi melalui dana swadaya nelayan.
Melihat respons positif dari masyarakat, pengelola kini tengah mempertimbangkan rencana untuk menambah jumlah armada perahu guna meningkatkan kapasitas layanan.
Sekretaris KUB, Robert, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan strategi untuk menjaga keberlangsungan ekonomi nelayan. Mengingat sektor perikanan sangat bergantung pada kondisi cuaca, diversifikasi ke sektor wisata menjadi penopang pendapatan saat nelayan menghadapi musim paceklik.
“Harapan kami ini bisa menjamin keberlangsungan hidup nelayan di sini. Karena untuk tangkapan ikan di laut tidak selamanya bagus, ada kalanya kami memasuki musim paceklik. Kehadiran perahu wisata ini menjadi solusi agar kami tetap memiliki pendapatan,” ujar Robert.***
Editor : M. Nabil
(Yosep)