Bisnisnews.net || Kemacetan panjang yang kerap terjadi di jalur menuju Sukabumi saat libur Lebaran Idulfitri membuat banyak pemudik mulai beralih ke moda transportasi alternatif.
Kepadatan kendaraan di jalan arteri hingga ruas Tol Bocimi menjadi alasan utama masyarakat memilih perjalanan yang lebih praktis dan bebas hambatan.
Salah satu opsi yang kini banyak diminati adalah kereta api. Selain dinilai lebih efisien, moda transportasi ini juga menawarkan kenyamanan tanpa harus terjebak antrean kendaraan berjam-jam.
Pantauan di Stasiun Sukabumi, Kamis (26/3/2026), menunjukkan lonjakan aktivitas penumpang, baik yang tiba maupun yang berangkat. Seorang pemudik asal Cikarang, Feni (46), mengaku sengaja menggunakan kereta api untuk memudahkan perjalanannya ke Kota Sukabumi.
“Naik kereta lebih pasti, enggak kena macet. Soalnya kalau lewat darat sekarang lagi padat banget,” katanya.
Ia menjelaskan, perjalanan mudiknya sudah dilakukan sejak H-2 Lebaran menggunakan KA Lokal Pangrango. Pada H+4, ia kembali memanfaatkan kereta untuk mengunjungi keluarga suaminya di wilayah Cicurug, Kabupaten Sukabumi, sebelum kembali lagi ke pusat kota.
“Saya dari awal memang pakai kereta. Sekarang juga lagi ke kampung suami, nanti balik lagi ke Sukabumi tetap naik kereta,” ujarnya.
Menurutnya, keputusan meninggalkan kendaraan pribadi tahun ini didasari keinginan menghindari kemacetan. Di sisi lain, fasilitas kereta api yang semakin baik juga menjadi pertimbangan.
“Walaupun kelas ekonomi, tetap nyaman. AC-nya dingin, suasananya juga enak. Jadi perjalanan terasa lebih santai,” tuturnya.
Selama berada di Sukabumi, Feni berencana mengisi waktu dengan bersilaturahmi sekaligus berwisata bersama keluarga hingga akhir pekan. Ia bahkan telah menyiapkan tiket pulang menuju Bogor jauh hari sebelumnya.
Hal senada disampaikan Aji (30), warga Depok, yang juga menjadikan KA Pangrango sebagai pilihan utama transportasinya. Ia menggunakan kereta untuk kembali ke Sukabumi setelah sebelumnya mudik ke Jakarta.
“Saya mudik tanggal 17 Maret pakai kereta, sekarang balik lagi juga pakai kereta karena besok sudah mulai kerja,” ucapnya.
Aji menilai kereta api menjadi solusi paling praktis di tengah padatnya arus mudik dan balik Lebaran.
“Yang penting enggak kena macet. Kereta masih paling nyaman dan aman,” katanya.
Sementara itu, PT KAI Daop 1 Jakarta mencatat peningkatan signifikan pada jumlah penumpang KA Pangrango selama masa angkutan Lebaran 1447 Hijriah. Tingkat keterisian kursi mencapai 89 persen dalam periode 11 Maret hingga 1 April 2026.
Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyebut total kapasitas yang disediakan mencapai 80.960 kursi, dengan rata-rata 3.680 kursi per hari.
“Penjualan tiket sudah mencapai 72.277 atau sekitar 89 persen dari total kapasitas yang tersedia,” jelasnya.
Ia menambahkan, pada 25 Maret 2026 saja, jumlah penumpang mencapai 4.182 orang. Sementara akumulasi penumpang sejak 11 hingga 25 Maret mencapai 55.141 orang.
Lonjakan jumlah pengguna kereta ini juga dipicu adanya program diskon tarif sebesar 30 persen untuk kelas ekonomi komersial yang berlaku secara nasional pada 14–29 Maret 2026.
“Program ini merupakan bagian dari stimulus pemerintah untuk mendorong mobilitas masyarakat selama Lebaran. Secara nasional disiapkan sekitar 1,2 juta kursi,” pungkasnya.***(RAF)
Editor : M. Nabil