Bisnisnews.net || Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Az-Zainiyyah, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, Minggu (8/3/2026) dalam rangka agenda safari Ramadan sekaligus bersilaturahmi dengan pengasuh dan para santri.
Dalam kunjungan tersebut, Bahlil menegaskan bahwa pesantren memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Menurutnya, pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga bagian dari sejarah perjuangan bangsa sebelum Indonesia merdeka.
“Pesantren ini adalah pesantren perjuangan yang sejak awal sudah bersama-sama dengan Golkar. Bagi kami, pesantren tidak hanya sebagai lembaga pendidikan agama Islam, tetapi keberadaannya sudah ada jauh sebelum negara ini berdiri,” kata Bahlil.
Ia menilai, peran pesantren dalam membangun karakter generasi muda sangat besar karena tidak hanya mengajarkan ilmu keagamaan, tetapi juga nilai-nilai kebangsaan dan pengetahuan umum.
“Di pesantren anak-anak dididik bukan hanya soal agama, tapi juga ilmu pengetahuan, teknologi, dan nasionalisme. Bangsa yang kuat itu harus memiliki generasi dengan moral dan akidah yang kuat,” ujarnya.
Selain itu, Bahlil juga menyoroti pentingnya peran negara dalam memastikan akses pendidikan yang merata bagi seluruh anak bangsa, termasuk para santri. Ia menyebut Partai Golkar akan mendorong agar santri mendapatkan kesempatan lebih luas untuk memperoleh beasiswa pendidikan.
“Kami akan meminta melalui Fraksi Partai Golkar agar program LPDP juga memberikan porsi yang proporsional bagi pesantren dan para santri. Mereka juga berhak mendapatkan kesempatan yang sama,” ungkapnya.
Bahlil menilai, kualitas seseorang tidak selalu ditentukan oleh lembaga pendidikan tempat ia belajar. Menurutnya, banyak santri yang memiliki potensi besar untuk berkembang jika diberikan kesempatan.
“Sekolah tidak menjamin kualitas seseorang. Yang menentukan kualitas adalah orangnya sendiri. Saya yakin santri dan santriwati di pesantren memiliki kualitas yang baik, hanya perlu kesempatan dan dukungan,” jelasnya.
Ia juga menyoroti sejumlah persyaratan beasiswa yang dinilai masih menjadi tantangan bagi sebagian kalangan santri, terutama terkait standar kemampuan bahasa asing.
“Kalau syaratnya terlalu tinggi seperti TOEFL harus 700 atau 800, itu bisa membuat kesempatan hanya terbuka bagi kalangan tertentu saja. Padahal santri juga punya kemampuan dan potensi,” tuturnya.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian safari Ramadan Partai Golkar yang bertujuan mempererat hubungan dengan kalangan pesantren sekaligus menyerap aspirasi dari masyarakat.***(RAF)
Editor : M. Nabil