Bisnisnews.net || Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi, KH. Fatahillah Nadziri, menegaskan pentingnya kegiatan Muhibah Ramadan sebagai jembatan silaturahmi antara ulama, umaro, dan masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri rangkaian Muhibah Ramadan 1447 Hijriah tingkat Kabupaten Sukabumi yang digelar di sejumlah titik.
Agenda tahunan Pemerintah Kabupaten Sukabumi itu telah dilaksanakan di beberapa lokasi, di antaranya Pondok Pesantren Darussyifa Al-Fitroh (YASPIDA) Kadudampit, Masjid Jami Al-Muhajirin Gunungguruh, dan Masjid Jami Baeturrohman Cisaat.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Sukabumi H. Asep Japar, Wakil Bupati H. Andreas, Sekretaris Daerah H. Ade Suryaman, jajaran Forkopimda, serta para tokoh agama dan masyarakat.
Menurut KH. Fatahillah, Muhibah Ramadan bukan sekadar kunjungan seremonial, melainkan forum strategis untuk mempererat komunikasi dan menyampaikan aspirasi secara terbuka.
“Melalui Muhibah Ramadan, ulama dapat memberikan masukan langsung kepada pemerintah daerah, sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai, kolaborasi yang harmonis antara pemerintah dan ulama menjadi kunci dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat nilai-nilai keagamaan. Momentum Ramadan, kata dia, harus dimanfaatkan untuk membangun kebersamaan dan memperkokoh persatuan.
“Ramadan adalah bulan yang penuh keberkahan. Silaturahmi seperti ini sangat penting untuk menjaga persatuan dan memperkuat semangat gotong royong dalam membangun daerah,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukabumi memaparkan sejumlah capaian pembangunan selama satu tahun terakhir, mulai dari penurunan angka kemiskinan berdasarkan data BPS 2025, peningkatan UMK, realisasi pembangunan ratusan rumah tidak layak huni (Rutilahu), hingga rencana pembangunan hunian tetap (huntap) bagi penyintas bencana di wilayah Palabuhanratu dan Gegerbitung.
KH. Fatahillah berharap, kegiatan Muhibah Ramadan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat.
“Kami berharap forum ini terus dijaga konsistensinya, sehingga aspirasi masyarakat dapat terserap dengan baik dan pembangunan di Kabupaten Sukabumi berjalan seiring dengan nilai-nilai keagamaan,” pungkasnya.
Rangkaian Muhibah Ramadan diisi dengan tausiyah, doa bersama, serta dialog interaktif antara pemerintah daerah dan warga. Pemerintah Kabupaten Sukabumi menargetkan kegiatan ini menjadi media monitoring sekaligus penguatan visi daerah yang maju, unggul, berbudaya, dan berkah.***
Editor : M. Nabil
(IFU)