Bisnisnews.net || Dukungan terhadap langkah Sufmi Dasco Ahmad untuk menunda rencana impor mobil pikap dari India terus menguat. Kali ini datang dari PPJNA 98, melalui Ketua Umumnya, Anto Kusumayuda.
Anto menegaskan, keputusan strategis terkait impor kendaraan dalam jumlah besar tidak bisa diambil secara tergesa-gesa, terlebih saat Presiden Prabowo Subianto tengah melakukan kunjungan luar negeri. Menurutnya, kebijakan tersebut harus menunggu arahan langsung kepala negara.
“Ini menyangkut kepentingan industri nasional dan masa depan produksi dalam negeri. Tidak bisa diputuskan tanpa pembahasan menyeluruh bersama Presiden,” ujar Anto dalam keterangannya, Senin (24/2/2026).
Dasco sebelumnya meminta pemerintah menunda rencana impor mobil pikap dari India yang disebut-sebut akan digunakan untuk mendukung program koperasi desa. Ia menilai perlu ada kajian mendalam terkait dampak ekonomi, terutama terhadap industri otomotif nasional.
Bagi PPJNA 98, sikap Dasco mencerminkan kehati-hatian yang konstitusional. Anto menyebut, semangat reformasi 1998 adalah memastikan kebijakan negara berpihak pada kemandirian ekonomi dan tidak merugikan pelaku usaha dalam negeri.
PPJNA 98 juga mendorong agar pemerintah membuka ruang dialog dengan asosiasi industri dan pelaku usaha nasional sebelum mengambil keputusan final.
Kini perhatian tertuju pada Presiden Prabowo Subianto. Setelah kembali dari lawatan luar negeri, diharapkan akan ada pembahasan lintas kementerian dan koordinasi dengan DPR untuk menentukan arah kebijakan.
Bagi PPJNA 98, penundaan bukan bentuk penolakan mutlak, melainkan langkah bijak agar keputusan benar-benar matang.
“Negara harus hadir melindungi industri sendiri. Itu prinsip yang kami pegang,” tegas Anto.
PPJNA 98 berharap Presiden Prabowo Subianto nantinya mengambil keputusan yang mengutamakan kepentingan nasional, menjaga stabilitas industri dalam negeri, serta tetap memperhatikan kebutuhan program pemerintah.
“Yang terpenting adalah keputusan yang diambil berpihak pada rakyat dan industri nasional. Kita ingin kebijakan yang bijak dan berorientasi jangka panjang,” pungkas Anto.***
Editor : M. Nabil
(Aab)