Bisnisnews.net || Di balik ramainya kawasan alun-alun Palabuhanratu, tepatnya di samping kantor Setda (Sekretariat Daerah) terdapat sebuah warung ngopi sederhana yang hampir sudah diketahui masyarakat Palabuhanratu, yaitu Sakanca. Konsepnya unik semi cafe, Sakanca selalu ramai oleh pengunjung dari berbagai kalangan yang datang untuk menikmati dan harga yang terjangkau.
Fadil (33) merupakan pemilik Warung Ngopi Sakanca, usia yang masih relatif muda serta seorang pelaku UMKM dimana memulai usahanya dari mimpi menghadirkan tempat nongkrong merakyat. Dengan konsep sederhana ini, ia ingin membuktikan bahwa usaha kecil ini dapat mengundang daya tarik dan menjadi ruang berkumpul yang hangat dan bernilai.
“Saya ingin Sakanca ini jadi tempat yang cocok semua orang tanpa harus mikir mahal atau apalah yang penting nyaman dan enak,” unkap Fadil saat ditemui di lokasi, Jumat 23/01/2026.
Menu yang ditawarkannya beragam, mulai dari minuman dengan harga Rp5.000–Rp15.000, cemilan Rp10.000–Rp15.000, bahkan tersedia makanan berat seperti ayam bakar dan ayam goreng. Selain itu, tersedia juga kopi manual brew seperti V60, Vietnam drip, dan espresso, dan menerima pesanan seperti catering untuk berbagai acara.
Diketahui, Sakanca didominasi oleh anak muda, pelajar, hingga masyarakat umum. Salah satu pelanggan, Nurdin, mengatakan, “Tempatnya sederhana tapi rasanya enak, harganya pun murah gak bikin bobol kantong, cocoklah buat nongkrong lama atau mengerjakan tugas karena ada Wi-Fi juga,” ucap Nurdin.
Sementara itu, rasa yang merakyat dan pelayanan yang baik, tak heran membuat Sakanca terus berkembang. Dalam sehari, omset bisa mencapai Rp600.000 dan saat akhir pekan cukup meningkat hingga Rp2.500.000. Sakanca buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 23.00 WIB.
Selain itu terkait dengan legalitas, Fadil mengatakan. “Alhamdulilla untuk legalitas kami sudah mengantongi seperti NIB dan Sertifikat Halal. Karena ini penting bagi saya sebagai UMKM, supaya pelanggan merasa aman dan usaha ini bisa berkembang lebih besar,” tutur Fadil.
Lebih lanjut, dukungan pemerintah sangat penting bagi UMKM. “Untuk pemerintah ini kalau UMKM dibina dan difasilitasi, saya yakin ekonomi daerah ikut bergerak khususnya di Palabuhanratu, daerah wisata. Jujur saya butuh pendampingan supaya bisa naik kelas,” tambahnya.
Sakanca menjadi bukti bagaimana UMKM lokal mampu tumbuh. Warung Ngopi seperti Sakanca tidak hanya menghidupkan ekonomi, tetapi juga menjadi ruang yang mempererat kebersamaan di Palabuhanratu.***
Editor : M. Nabil
(Ujeng)