Bisnisnews.net || Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Sukabumi sejak Kamis malam berujung pada bencana tanah longsor di Perumahan Griya Padaasih, Kampung Cicohag RT 45/RW 10, Desa Padaasih, Kecamatan Cisaat. Kejadian yang berlangsung pada Jumat (23/1/2026) dini hari itu mengakibatkan dua rumah warga mengalami kerusakan parah, sementara dua bangunan lainnya berada dalam kondisi rawan.
Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cisaat, Imam, mengungkapkan longsor terjadi sekitar pukul 01.30 WIB ketika hujan masih mengguyur dengan intensitas tinggi. Material tanah dari tebing di belakang permukiman bergerak sejauh sekitar 15 meter dengan lebar kurang lebih satu meter.
“Bagian belakang dua rumah, khususnya dapur, terdampak cukup berat akibat terbawa longsoran. Selain itu, ada dua rumah lain yang posisinya sangat dekat dengan tebing dan perlu diwaspadai,” kata Imam.
Ia menjelaskan, warga sebelumnya sempat merasakan getaran tanah sebagai tanda awal pergerakan. Kondisi tersebut dipicu oleh hujan yang turun tanpa jeda selama beberapa jam.
“Zona rawan memanjang sekitar 15 meter di sepanjang tebing belakang rumah warga,” ujarnya.
Dampak longsor memaksa dua kepala keluarga dengan total sembilan jiwa untuk mengungsi sementara. Evakuasi dilakukan karena struktur bangunan dinilai tidak aman untuk dihuni.
“Satu rumah dihuni satu keluarga dengan empat jiwa termasuk balita usia empat tahun, sedangkan rumah lainnya dihuni lima orang dengan balita usia dua tahun,” jelas Imam.
Salah seorang warga terdampak, Eki, menuturkan peristiwa berlangsung sangat cepat. Ia menyebut longsor mulai terjadi sekitar pukul 01.00 WIB dan tidak memberikan banyak waktu bagi warga untuk menyelamatkan barang.
“Awalnya cuma satu titik yang turun, tapi dalam hitungan menit langsung menyusul yang lain,” tuturnya.
Eki mengaku dapur rumahnya lenyap terseret tanah. Selain itu, pondasi bangunan rusak dan tulangan beton terlepas sehingga rumah tidak lagi layak huni.
“Separuh rumah sudah amblas, lantai pecah. Kami memilih mengungsi sambil menunggu kejelasan dari pihak pengembang,” katanya.
Saat kejadian, Eki bersama istri dan tiga anaknya, termasuk balita, langsung keluar rumah. Ia mengaku sempat mendengar suara aliran air yang sangat deras dari arah bawah tebing sebelum longsor terjadi.
“Begitu bunyinya keras, langsung runtuh semua,” ujarnya.
Usai kejadian, P2BK Cisaat bersama unsur Forkopimcam, pemerintah desa, RT/RW, Satpol PP, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas melakukan pendataan serta asesmen di lokasi terdampak. Koordinasi juga dilakukan dengan pihak pengembang perumahan untuk penanganan lanjutan. Kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp100 juta.
Petugas mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor agar tetap waspada, mengingat kondisi cuaca di Kecamatan Cisaat masih berpotensi hujan lebat disertai angin kencang.***(RAF)
Editor : M. Nabil