Bisnisnews.net || Pemerintah Kota Sukabumi kembali menegaskan peran strategis budaya dalam membentuk karakter masyarakat melalui kegiatan Ngangkat Indung Jeung Bapak Budaya Kota Sukabumi bertema “Adab Karna Budaya”. Kegiatan ini digelar di Gedung Juang 45, Minggu (14/12/2025), dan dihadiri berbagai unsur pemerintahan serta tokoh masyarakat.
Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki hadir bersama Wakil Wali Kota Bobby Maulana, Anggota DPR RI Desi Ratnasari, Deputi Lemhannas RI Mayjen TNI Dr. Ridho Hermawan, jajaran perangkat daerah, camat dan lurah, tokoh agama, tokoh masyarakat, komunitas kesundaan, hingga para budayawan dari Kota dan Kabupaten Sukabumi.
Dalam sambutannya, Wali Kota Sukabumi menekankan bahwa pembangunan kota tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga harus menyentuh pembentukan karakter masyarakat. Menurutnya, nilai-nilai budaya mengajarkan adab dan etika yang menjadi dasar terciptanya kehidupan sosial yang tertib dan saling menghargai.
Ia mengajak masyarakat untuk menghidupkan kembali nilai budaya dalam keseharian, seperti menjaga sikap hormat, memperkuat rasa persaudaraan, serta menjauhkan diri dari perilaku saling menjatuhkan. Dengan budaya yang kuat, Wali Kota meyakini Kota Sukabumi dapat tumbuh sebagai kota yang harmonis dan bermartabat.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kota Sukabumi berencana memperkuat kelembagaan kebudayaan melalui penyusunan struktur organisasi kebudayaan yang terintegrasi dengan kebijakan nasional. Selain itu, Gedung Aher direncanakan akan direvitalisasi dan difungsikan sebagai ruang ekspresi seni dan budaya pada tahun mendatang.
Dalam momentum tersebut, Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki bersama Anggota DPR RI Desi Ratnasari dikukuhkan sebagai Indung dan Bapak Budaya Kota Sukabumi. Pengukuhan ini menjadi simbol amanah untuk menjaga kesinambungan nilai budaya sekaligus mendorong generasi muda agar tetap berakar pada kearifan lokal.
Sementara itu, Deputi Lemhannas RI Mayjen TNI Dr. Ridho Hermawan menyampaikan bahwa adab yang bersumber dari budaya akan memperkuat tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Ia mengapresiasi inisiatif Kota Sukabumi dalam menjadikan budaya sebagai pilar pembangunan karakter.
Rangkaian acara ditutup dengan berbagai pertunjukan seni budaya Sunda yang sarat makna. Penampilan tersebut menegaskan bahwa budaya tidak hanya berfungsi sebagai identitas, tetapi juga sebagai pedoman nilai dalam membangun kehidupan masa depan yang berlandaskan budi pekerti luhur.*** (RAF)
Editor : M. Nabil