Musrenbang 2026 Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola Anggaran dan Penguatan Disiplin Fiskal di Kota Sukabumi

Date:

Bisnisnews.net || Proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Kelurahan Nyomplong, Lembursitu, dan Sukakarya pada Selasa (2/12/2025) tak hanya menjadi forum penyerapan aspirasi warga, tetapi sekaligus ruang evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pembangunan Kota Sukabumi.

Wakil Wali Kota Sukabumi, Bobby Maulana, menegaskan bahwa perencanaan pembangunan tahun depan harus diarahkan pada upaya memperkuat kemandirian fiskal serta mendorong transformasi layanan publik yang lebih efisien.

Menurutnya, tantangan fiskal yang dihadapi daerah mengharuskan pemerintah lebih cermat mengatur strategi pembangunan. Dengan kondisi ketergantungan yang masih tinggi terhadap transfer pusat, Kota Sukabumi belum sepenuhnya masuk kategori daerah mandiri.

“Pembangunan yang kita rencanakan harus realistis dan berbasis kemampuan fiskal. Semua potensi lokal perlu dimaksimalkan agar PAD terus meningkat,” kata Bobby.

Ia juga menyoroti struktur belanja daerah yang didominasi belanja pegawai. Proyeksi tahun 2026 menunjukkan porsi belanja pegawai bisa tembus 49 persen dari total anggaran—jauh dari batas ideal yang direkomendasikan pemerintah pusat. Kondisi ini, lanjutnya, harus disikapi dengan pengendalian anggaran yang lebih ketat dan inovasi pelayanan publik yang tidak memberatkan fiskal.

Di sisi lain, pengendalian inflasi tetap menjadi agenda penting. Pemerintah kota telah mengoptimalkan berbagai intervensi, termasuk Gerakan Pangan Murah untuk menjaga keterjangkauan harga. Bobby mengingatkan bahwa keberhasilan menahan inflasi tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada pola belanja dan konsumsi masyarakat.

Dalam forum Musrenbang, berbagai usulan pembangunan dari warga kembali mengemuka. Namun pemerintah menegaskan bahwa setiap aspirasi perlu dikaji berdasarkan skala prioritas, kesesuaian kewenangan, serta peluang pendanaan alternatif, termasuk melalui P2RB atau sumber pembiayaan lintas sektor lainnya.

“Tidak semua bisa diwujudkan sekaligus. Kita harus memilih program yang paling memberi dampak dan sesuai kapasitas anggaran,” tegasnya.

Di akhir kegiatan, Bobby menyampaikan harapan agar pemerintah pusat dapat menambah dukungan sektoral maupun stimulus pembangunan untuk mempercepat agenda prioritas daerah. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, ia optimistis Sukabumi dapat memperkuat pondasi fiscal responsibility yang menjadi syarat utama menuju kota yang lebih mandiri dan berdaya saing.*** (RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

BPS: Pekerja di Indonesia Capai 147,67 Juta, Sektor Pertanian Serap Paling Banyak

Bisnisnews.net – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peningkatan jumlah...

Hujan Deras Picu Longsor di Tol Bocimi KM 72, Jalur Tertutup dan Lalu Lintas Terhenti

Bisnisnews.net - Sebuah rekaman video yang viral di media...

UMKM Sukabumi Semakin Bersinar, Puluhan Produk Lokal Hadir di Yogya Palabuhanratu Melalui Koperasi Pemasaran IKM

Bisnisnews.net || Puluhan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah...

DPRD Sukabumi Soroti Dugaan Pelanggaran Izin Tower, BAPEKSI Desak Tindakan Tegas

Bisnisnews.net — Dugaan pelanggaran perizinan menara telekomunikasi menjadi perhatian...