MUI Sukabumi Dorong Reformasi Sistem Pengawasan di Sekolah Usai Dugaan Kasus “Walid Versi Sukabumi” Mencuat

Date:

Bisnisnews.net || Kasus dugaan pencabulan oleh oknum guru di Surade kembali menggugah perhatian publik mengenai lemahnya sistem pengawasan di lingkungan sekolah. Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Umum MUI Kabupaten Sukabumi, Ujang Hamdun, menilai bahwa insiden ini harus menjadi momentum evaluasi besar-besaran terhadap pola pembinaan akhlak dan mekanisme pengawasan tenaga pendidik.

Ujang menyampaikan bahwa kasus ini bukan hanya persoalan pelanggaran moral individu, tetapi juga menunjukkan adanya celah yang memungkinkan tindakan serupa berlangsung bertahun-tahun tanpa terdeteksi.

“Saya sangat prihatin atas kejadian ini. Kepada pihak keluarga, kami berharap kesabaran, dan insyaallah akan ada penyelesaian terbaik,” ujarnya, Kamis (27/11/2025).

Menurutnya, aparat penegak hukum perlu bertindak cepat dan tegas. Namun yang lebih penting, kata Ujang, adalah memastikan akar persoalan turut dibereskan. Ia menegaskan bahwa tindakan pencabulan tidak hanya melanggar hukum negara dan syariat, tetapi juga menggerogoti kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan.

“Hukuman jangan pandang bulu. Polisi perlu pendalaman lagi karena kemungkinan ada korban lain,” tegasnya.

Melihat dampak kasus ini yang mencuat di publik, MUI mendorong pemerintah daerah memperkuat peran mereka dalam pendampingan dan perlindungan anak. Ujang menyebut bahwa kehadiran pemerintah sangat diperlukan, bukan hanya dalam memberikan dukungan psikologis, tetapi juga dalam memastikan lingkungan pendidikan kembali aman. “Anak ini betul-betul korban, jadi mereka tidak salah,” ujarnya.

Ujang menilai bahwa persoalan moral di lingkungan pendidikan perlu ditangani secara sistematis. Ia menekankan perlunya sinergi antara guru, orang tua, komite sekolah, hingga lembaga pengawasan eksternal.

“Godaan bisa menimpa siapa pun. Karena itu, pembinaan akhlak harus kembali menjadi prioritas agar ruang-ruang pendidikan tidak hanya mengajar ilmu, tetapi juga menjaga moral pendidiknya,” katanya.

Terkait rekaman suara yang viral—diduga berasal dari oknum guru terlapor ES—Ujang menilai fenomena ini justru membuka ruang bagi aparat untuk memperluas penyelidikan. Menurutnya, jika rekaman tersebut benar, upaya mencari dukungan dari alumni justru memperjelas pola perilaku yang perlu diusut lebih jauh.

Kasus ini terungkap setelah seorang alumni berinisial GM mengungkap dugaan pelecehan yang ia alami semasa sekolah, diikuti pengakuan sejumlah alumni lainnya. Bagi Ujang, kesaksian beruntun ini tidak boleh dipandang sebagai kasus individu, tetapi sebagai panggilan darurat untuk memperbaiki ekosistem pendidikan di Sukabumi.***(RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Pemkot Sukabumi Siapkan Tim Pengelola SADAJABAR, Data Warga Bakal Lebih Mudah Diakses

Bisnisnews.net – Pemerintah Kota Sukabumi menyiapkan langkah untuk memperkuat...

Festival Ekraf 2026, Pemkot Sukabumi Ajak Anak Muda Sukabumi Bangun Mental Wirausaha

Bisnisnews.net – Membangun usaha tidak cukup hanya bermodalkan ide...

Didampingi Kapolsek Sagaranten, SPPG Sukabumi Cidadap Distribusikan Program Pemenuhan Gizi

Bisnisnews.net - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukabumi Cidadap,...

Pentingnya Perlindungan Laka Lantas, Jasa Raharja Edukasi Pengemudi Grab Sukabumi

Bisnisnews.net - Jasa Raharja Cabang Sukabumi, memberikan edukasi terkait...