Bisnisnews.net || Cuaca buruk yang melanda wilayah Sukabumi pada Selasa (18/11/2025) sore membawa dampak serius bagi warga Kampung Wangun, RT 02/RW 03, Desa Bojonglongok, Kecamatan Parakansalak. Sekitar pukul 14.30 WIB, sebuah petir menyambar rumah milik Ahmad Ripa’i (45) hingga merusakkan bagian dinding dan sejumlah perabot di dalam rumah.
Manager Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna, menyatakan bahwa insiden tersebut merupakan akibat langsung dari intensitas hujan yang disertai aktivitas petir.
“Ketika hujan deras berlangsung, sambaran petir mengenai rumah warga. Kerusakan paling terlihat ada pada bagian dinding dan beberapa barang di dalam rumah,” jelas Daeng.
Tidak ada korban luka maupun korban jiwa. Namun Ahmad, yang tinggal seorang diri di rumah tersebut, masuk kategori terdampak karena bangunan tempat tinggalnya kini mengalami kerusakan struktural dan tidak lagi sepenuhnya aman.
Tim P2BK Parakansalak langsung diterjunkan ke lokasi tak lama setelah menerima laporan. Proses pendataan dilakukan bersama perangkat desa, Tagana, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Satpol PP.
“Assessment awal telah kami lakukan bersama unsur terkait. Prioritas kebutuhan saat ini adalah material perbaikan dan perlengkapan rumah tangga yang rusak,” ujar Daeng.
Meski hujan belum sepenuhnya reda saat tim tiba di lokasi, pendataan tetap dilakukan secara hati-hati untuk memastikan kondisi rumah dan lingkungan sekitar aman dari potensi bahaya lain.
Daeng menegaskan bahwa kejadian serupa bisa saja lebih sering terjadi seiring meningkatnya fenomena cuaca ekstrem. Sukabumi, dengan kondisi geografis yang beragam, dianggap sebagai wilayah yang rentan terhadap bencana hidrometeorologi, termasuk sambaran petir.
“Warga diimbau tetap waspada, terutama saat terjadi hujan lebat. Matikan peralatan elektronik, hindari tempat terbuka, dan jangan berada di dekat pohon atau struktur tinggi,” katanya.
Saat ini BPBD masih menghitung total kerugian yang ditimbulkan. Bantuan darurat tengah disiapkan untuk membantu pemulihan awal bagi korban.
“Perhitungan kerugian sedang berjalan. Fokus kami adalah percepatan pemulihan agar rumah korban kembali bisa ditinggali,” tutup Daeng.***(RAF)
Editor : M. Nabil