Bisnisnews.net || Proses pemulangan Reni Rahmawati, korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) asal Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, akhirnya selesai setelah melalui prosedur panjang lintas negara. Reni, yang sebelumnya menjadi korban penyekapan dan eksploitasi di Guangzhou, Cina, tiba di Indonesia pada Selasa (18/11/2025) pagi.
Pendamping hukumnya, Rangga Suria Danuningrat, menyampaikan bahwa waktu kedatangan Reni mengalami perubahan dari jadwal semula.
“Reni tiba di Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 09.30 WIB. Padahal sebelumnya direncanakan mendarat pada Senin malam,” ujar Rangga.
Sesudah tiba, Reni langsung menuju Bandung untuk agenda bersama Kapolda Jawa Barat. Di sana, digelar konferensi pers singkat sebelum akhirnya Reni menjalani rangkaian pemeriksaan resmi.
“Sejak pukul 14.00 Reni menjalani BAP di Polda Jabar, dan hingga pukul 17.26 WIB prosesnya masih berjalan,” jelasnya.
Penanganan kedatangan Reni melibatkan banyak pihak, mulai dari Polda Jawa Barat, perwakilan KJRI, DP3AKB Provinsi Jawa Barat, pihak imigrasi, Polres Sukabumi, hingga SBMI. Koordinasi tersebut menjadi bukti bahwa kasus Reni mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Menurut Rangga, langkah berikutnya adalah audiensi dengan Gubernur Jawa Barat. “Kami menunggu konfirmasi jadwal dari staf gubernur. Jika tidak ada perubahan, kemungkinan pertemuan akan dilakukan besok,” katanya.
Setelah semua agenda selesai, Reni akan kembali ke Sukabumi. “Kami rencanakan pulang hari Rabu (19/11/2025). Semoga sore hari kami sudah tiba di Sukabumi,” tambah Rangga.
Reni dilaporkan dalam kondisi fisik yang cukup stabil, meski kelelahan setelah perjalanan panjang dan tekanan psikologis yang ia alami selama berada di Cina.
“Kondisinya sehat, hanya sangat capek. Ia belum beristirahat sejak tiba di bandara. Secara mental, Reni masih terlihat trauma dan beberapa kali melamun,” tutur Rangga.***(RAF)
Editor : M. Nabil