Hari Pahlawan 2025 Jadi Momentum Penguatan Karakter Generasi Muda, Wali Kota Sukabumi Tekankan Pentingnya Keteladanan Pahlawan Lokal

Date:

Bisnisnews.net || Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2025 di Kota Sukabumi dimaknai bukan hanya sebagai penghormatan kepada para pejuang, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter generasi muda. Melalui Upacara Ziarah Nasional di Taman Makam Pahlawan Surjakantjana dan Makam Pahlawan KH. Ahmad Sanusi pada Senin (10/11/2025), Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki menggarisbawahi pentingnya menjadikan nilai perjuangan para pahlawan sebagai fondasi pendidikan moral dan kebangsaan bagi masyarakat, khususnya pelajar.

Upacara tersebut dihadiri oleh Forkopimda, DPRD, pejabat pengadilan, perangkat daerah, organisasi kepemudaan, hingga ASN. Hadirnya generasi muda dari berbagai organisasi menjadi sorotan penting bagi Wali Kota, karena nilai-nilai kepahlawanan harus diteruskan melalui teladan, bukan sekadar peringatan tahunan.

Usai prosesi tabur bunga, perwakilan keluarga KH. Ahmad Sanusi menyampaikan apresiasi atas kehadiran pemerintah dan masyarakat. Mereka menekankan bahwa KH. Ahmad Sanusi bukan sekadar nama besar, tetapi figur yang harus dijadikan inspirasi bagi anak muda—seorang ulama, pejuang, dan penulis yang mengabdikan hidupnya untuk bangsa.

Dalam sambutannya, Wali Kota Sukabumi menyoroti besarnya kontribusi KH. Ahmad Sanusi dalam pembentukan negara Indonesia, mulai dari kiprahnya sebagai anggota BPUPKI hingga pendirian Persatuan Ummat Islam (PUI). Namun lebih dari itu, Ayep Zaki menekankan bahwa ketokohan tersebut harus menjadi bahan pembelajaran karakter.

“Tidak banyak daerah yang memiliki pahlawan nasional yang bisa dijadikan contoh keteguhan seperti KH. Ahmad Sanusi. Sikap, pemikiran, dan konsistensinya adalah nilai-nilai kepemimpinan yang harus diwariskan kepada generasi sekarang,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga cagar budaya, arsip sejarah, dan peninggalan perjuangan sebagai bahan edukasi. Menurutnya, pelestarian sejarah bukan hanya untuk nostalgia, tetapi sebagai alat pembentukan jati diri daerah.

Lebih jauh, Wali Kota mengangkat kisah perjuangan KH. Ahmad Sanusi yang tegas menolak gerakan separatis DI/TII serta menjadikan Pesantren Syamsul Ulum sebagai pusat pendidikan kebangsaan. Baginya, ini adalah bukti bahwa pendidikan yang kuat dapat menjadi benteng utama dalam melawan ideologi yang mengancam persatuan bangsa.

Tak hanya menyoroti KH. Ahmad Sanusi, ia juga menyebut perjuangan para pahlawan Bojongkokosan sebagai simbol keberanian pemuda Sukabumi pada masa lalu—sebuah contoh bahwa anak muda memiliki peran strategis dalam setiap fase perjuangan bangsa.

“Dengan semangat para pahlawan, saya berharap generasi muda Sukabumi tumbuh sebagai pribadi yang berintegritas, kreatif, cinta tanah air, dan siap berkontribusi dalam pembangunan negeri,” pungkasnya.***(RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Polres Sukabumi Kota Kawal Budidaya Bawang Putih, 725 Kg Bibit Ditanam di Sudajaya Girang

Bisnisnews.net – Program pengembangan bawang putih di Kabupaten Sukabumi...

Harmonisasi Regulasi Jadi Andalan, Pemkot Sukabumi Diganjar Penghargaan Kementerian Hukum

Bisnisnews.net – Komitmen Pemerintah Kota Sukabumi dalam membangun regulasi...

DP3A Kabupaten Sukabumi Sampaikan Ucapan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Barat

Bisnisnews.net– Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten...

Harga Kebutuhan Pokok di Kabupaten Sukabumi, Cabai Rawit Merah Naik Rp1.250 per Kilogram

Bisnisnews.net – Harga rata-rata sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten...