Kerusakan Hutan Cidahu Makin Parah, Warga Nilai Proses Hukum Berjalan Lambat

Date:

Bisnisnews.net || Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti kondisi lingkungan di wilayah selatan Jawa Barat yang kian mengkhawatirkan. Ia menilai meningkatnya bencana hidrometeorologi seperti longsor, banjir, hingga kekeringan yang melanda Sukabumi setiap musim hujan merupakan tanda jelas menurunnya daya dukung alam akibat rusaknya kawasan hulu.

Salah satu wilayah yang kini mendapat perhatian adalah kawasan lereng Gunung Salak, tepatnya di Blok Cangkuang, Desa Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Kawasan yang semestinya menjadi daerah resapan air itu kini berubah menjadi lahan terbuka akibat pembalakan liar dan perusakan lingkungan.

Menurut Tim Advokasi Warga Cidahu dari Fraksi Rakyat, Rozak Daud, kerusakan di wilayah tersebut bukan tanpa sebab. Ia menduga ada oknum-oknum tertentu yang dengan sengaja mengeklaim lahan negara untuk kepentingan pribadi dan menebangi pohon secara ilegal.

“Kami menemukan adanya pihak-pihak yang merasa berhak atas lahan negara. Mereka berlindung dengan alasan sedang mengurus hak atas tanah, padahal yang dilakukan justru merusak kawasan hutan. Ini bentuk keserakahan yang nyata,” ujarnya, Jumat (31/10/2025).

Rozak mengungkapkan, kawasan Blok Cangkuang sebelumnya dikelola secara legal melalui izin Hak Guna Usaha (HGU) dan memberi manfaat bagi warga sekitar. Namun sejak dua tahun terakhir, area itu terbengkalai dan dimanfaatkan pihak tak bertanggung jawab untuk menebang pohon serta membuka akses baru ke dalam hutan.

Ia juga menilai aparat penegak hukum lamban dalam merespons persoalan ini, padahal masyarakat sudah berulang kali menyampaikan laporan dan keluhan.

“Sudah lama kami menyuarakan masalah ini, tapi tidak ada langkah konkret. Penebangan liar di Halimun Salak Cidahu dibiarkan begitu saja. Jangan tunggu bencana terjadi baru pemerintah turun tangan,” kritiknya.

Rozak pun mendesak Pemerintah Kabupaten Sukabumi agar segera menegur Kepala Desa Cidahu yang dianggap menutup mata terhadap kegiatan ilegal di wilayahnya.

“Kepala desa tidak bisa berdiam diri. Kalau pembiaran terus terjadi, sama saja ikut terlibat dalam perusakan,” tegasnya.

Ia meminta kepolisian dan instansi terkait untuk segera menindak para pelaku, mengingat dampak kerusakan sudah mulai dirasakan masyarakat.

“Jangan menunggu laporan baru bertindak. Polisi seharusnya bisa langsung turun ke lapangan dan menghentikan aktivitas perusakan sebelum makin meluas,” ujarnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat, Rohadi (75), menuturkan bahwa praktik pembalakan di kawasan Blok Cangkuang sudah berlangsung sejak dua tahun terakhir. Ia memperkirakan ribuan pohon telah ditebang tanpa izin dan sebagian kawasan hutan kini telah berubah menjadi lahan terbuka.

“Dulu kawasan itu masih dijaga karena ada pengelola HGU. Tapi sejak ditinggalkan, orang-orang mulai masuk seenaknya. Mereka buka gerbang hutan dan bahkan membuat jalan baru di dalamnya,” ungkap Rohadi.

Ia menambahkan, dampak lingkungan mulai dirasakan langsung oleh warga sekitar. Kualitas air menurun, debit air berkurang, dan sumber mata air yang dulu jernih kini cepat keruh meski hujan tidak deras.

“Sekarang air cepat kotor, kolam penampungan pun tidak pernah penuh seperti dulu,” katanya.

Warga berharap pemerintah dan aparat segera turun tangan sebelum kerusakan semakin parah. Jika dibiarkan, hutan Cidahu yang dulunya menjadi benteng alami kawasan Gunung Salak bisa kehilangan fungsi ekologisnya dan meningkatkan risiko bencana di masa depan.***(RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Mentan: 85-90% Perusahaan Sawit Sudah Naikkan Harga TBS Sesuai Ketentuan

Bisnisnews.net – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan...

Jalan Tol Getaci Jadi Harapan Pemangkas Waktu Tempuh ke Pangandaran

Bisnisnews.net – Berwisata ke Pangandaran, Jawa Barat, memang sangat...

Alur SPMB Jenjang SMP Daring 2026 Kabupaten Sukabumi

Bisnisnews.net – Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi merilis alur resmi...

Jemaah Haji Kloter 13 JKS Tiba di Sukabumi, Kepulangan Diwarnai Duka Wafatnya Haji Atjeng di Tanah Suci

Bisnisnews.net - Kebahagiaan keluarga yang menyambut kepulangan jemaah haji...