Bisnisnews.net || Rentetan gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Sukabumi pada akhir pekan lalu meninggalkan jejak kerusakan di sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat, hingga Senin (22/9/2025), terdapat 14 rumah warga yang terdampak.
“Kerusakan terdiri dari satu unit rumah rusak sedang dan 13 unit lainnya rusak ringan. Lokasinya berada di Kecamatan Kabandungan, meliputi Desa Cipeuteuy di Kampung Cisarua, Kampung Cipeuteuy, dan Kampung Arendah, serta di Desa Tugubandung Kampung Cisasah,” ujar Manajer Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna.
Meski belasan rumah terdampak, Daeng memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Total ada 57 jiwa dari 15 KK yang merasakan dampak gempa tersebut. “Sampai sekarang, warga masih bertahan di rumah masing-masing, tidak ada yang mengungsi,” tambahnya.
Sehari sebelumnya, BMKG melaporkan aktivitas gempa tektonik cukup intens di wilayah Sukabumi. Dalam kurun waktu mulai Sabtu (20/9/2025) malam hingga Minggu (21/9/2025) sore, terekam 38 kali gempa susulan.
“Gempa terbesar memiliki magnitudo 3,8 dan yang terkecil 1,9. Getarannya sempat dirasakan di beberapa kecamatan seperti Kalapanunggal, Kabandungan, Dramaga, hingga Palabuhanratu dengan skala intensitas II MMI,” jelas Kepala BMKG Wilayah II Tangerang Selatan, Hartanto.
BMKG menyebut sumber guncangan berasal dari darat, tepatnya 28 kilometer timur laut Kabupaten Sukabumi dengan kedalaman 8 kilometer. Karakteristiknya menunjukkan gempa dangkal akibat pergerakan sesar aktif.
Hingga kini, BPBD masih melakukan pendataan lanjutan terkait kerugian material yang ditimbulkan.***(RAF)
Editor : M. Nabil