Emalia Bertahan Seorang Diri, Anak Perempuannya Jadi Korban TPPO di Cina

Date:

Bisnisnews.net || Kesedihan mendalam kini dirasakan Emalia (55), warga Kampung Cikiray, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Putri bungsunya, RR (23), diketahui menjadi korban perdagangan orang dan disekap di Cina. Sejak enam bulan terakhir, Emalia harus menanggung beban hidup seorang diri di rumah kontrakan sederhana yang ia huni.

Untuk bertahan hidup, Emalia bekerja sebagai buruh pembungkus kue ali. Setiap pagi ia berjalan kaki sekitar satu jam menuju pabrik kecil tempatnya bekerja. Dengan penghasilan sekitar Rp50 ribu per hari, ia hanya bisa mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari.

“Kalau kerja seminggu empat kali, berangkat jam enam pagi, pulang sore, kadang sampai malam. Hasilnya paling Rp50 ribu, dipakai buat makan sama kebutuhan rumah,” tuturnya, Sabtu (20/9/2025).

Emalia tidak pernah menyangka, anak perempuannya yang semula berpamitan bekerja di pabrik sepatu di Cikembar, justru berakhir menjadi korban penyekapan di luar negeri. Kecurigaan muncul ketika RR berbulan-bulan tidak pulang dan hanya memberi kabar singkat.

“Awalnya dia bilang kerja di Cikembar. Tapi setelah lama tidak pulang, saya telepon suruh pulang, jawabannya hanya minta doa supaya bisa pulang. Dari situ saya mulai curiga,” ungkapnya.

Kecurigaan Emalia terbukti ketika keluarga menerima kabar langsung dari RR. Lewat sambungan telepon, korban mengaku berada di Cina dalam kondisi disekap dan tak bisa pulang karena diminta tebusan Rp200 juta oleh para pelaku.

“Semalaman saya tidak bisa tidur saat dengar kabar itu. Saya juga ingat dulu dia sempat ingin kerja ke luar negeri, tapi keluarga melarang. Ternyata diam-diam tetap berangkat,” kenang Emalia.

Kini, selain dihantui rasa khawatir akan keselamatan sang anak, Emalia juga menanggung beban ekonomi keluarga. Kakak RR masih sakit dan dirawat di rumah kakek, sementara biaya sehari-hari ditopang dari penghasilan Emalia yang serba terbatas.

“Yang bisa saya lakukan hanya berdoa, semoga anak saya bisa segera pulang dengan selamat,” ucapnya penuh harap.

Kasus yang menimpa RR menambah daftar panjang korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) asal Sukabumi. Berdasarkan keterangan keluarga, korban mengalami penyiksaan, eksploitasi, bahkan dijadikan pemuas nafsu para pelaku selama berada di Cina.***(RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Monev Kecamatan Cikembar Tinjau BUMDes Sukamulya, Sekmat Tekankan Tertib Administrasi dan Inovasi Usaha

Bisnisnews.net || Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kecamatan Cikembar...

Rapat Dinas, Wabup Sukabumi Tekankan Sinergi dan Peran Aktif Daerah Ditengah Efisiensi Anggaran 

Bisnisnews.net || Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menghadiri Rapat...

Polsek Jampangkulon Gelar Pembinaan, 9 Anak Punk Diimbau Tak Mudah Terprovokasi

Bisnisnews.net || Kapolsek Jampangkulon AKP Muhlis, S.I.P., M.M. bersama...