Guru Honorer yang Jadi “Pahlawan Bendera” di Hari Kemerdekaan

Date:

Bisnisnews.net || Suasana hening menyelimuti Lapang Sepak Bola Desa Nyalindung, Sukabumi, Kamis (21/8/2025). Ratusan pasang mata tertuju pada pasukan pengibar bendera yang bersiap melaksanakan tugas sakral: mengibarkan Sang Merah Putih di langit peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia.

Namun, momen itu mendadak berubah. Tali pengerek bendera terlepas, membuat jalannya upacara terhenti seketika. Sejurus kemudian, suasana menjadi riuh. Paskibra terlihat kebingungan, panitia panik, dan peserta upacara saling menatap tanpa tahu harus berbuat apa.

Di tengah kegaduhan itu, seorang guru honorer, Yusup Saepudin, refleks berlari ke arah tiang bendera. Dengan langkah tergesa, ia mulai memanjat tiang setinggi 12 meter.

“Saya tidak sempat berpikir panjang. Yang ada di pikiran saya hanya satu: bendera ini harus tetap berkibar,” ucap Yusup, mengenang momen menegangkan itu.

Pegangan tangannya erat, napasnya mulai memburu. Di sepertiga tiang, tubuhnya sempat terasa lemas. Namun ia menolak menyerah.

“Rasa takut itu ada, tapi tekad lebih besar. Kalau saya berhenti, jalannya upacara bisa gagal,” katanya.

Detik demi detik terasa panjang. Semua mata terbelalak, sebagian peserta menahan napas, sebagian lain mulai bersorak memberi semangat. Hingga akhirnya, Yusup berhasil meraih tali yang terlepas dan memperbaikinya.

Sejurus kemudian, suasana pecah oleh tepuk tangan meriah. Sorak kagum mengiringi turunnya Yusup dari tiang bendera. Panitia menyampaikan terima kasih, beberapa orang bahkan memberikan apresiasi dalam bentuk uang, yang jika ditotal sekitar Rp500 ribu. Tetapi bagi Yusup, penghargaan terbesar justru adalah melihat Sang Merah Putih akhirnya kembali berkibar dengan gagah.

Masyarakat pun menyanjung keberaniannya. “Terima kasih, Pak Guru,” ujar banyak warga, menganggapnya sebagai pahlawan di hari kemerdekaan.

Namun Yusup menolak disebut pahlawan. Baginya, apa yang ia lakukan hanyalah wujud cinta pada negeri.

“Bendera adalah simbol negara. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi? Semua orang bisa melakukan hal kecil untuk bangsa ini. Tidak perlu menunggu momen besar, cukup mulai dari kepedulian dan keberanian,” ucapnya lirih.

Di hari ketika seluruh bangsa merayakan kemerdekaan, Yusup telah mengajarkan makna yang lebih dalam: bahwa heroisme bukan hanya milik para pejuang di medan perang, tetapi juga bisa lahir dari keberanian sederhana, spontan, dan tulus.***(RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Kawal Presiden Prabowo, Tokoh PPJNA 98 dan Majelis Cahaya Nusantara Serukan Gerakan 88 Juta Sholawat di HUT RI 81

Bisnisnews.net - Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik...

5 Jurus Tantan Sulthon Wujudkan PWI Jabar Istimewa

Bisnisnews.net - Menatap periode kepengurusan berikutnya, Tantan Sulthon Bukhawan,...

Anggota DPRD Sukabumi Tinjau Perbaikan Jalan Cikangkung–Cijoho Senilai Rp500 Juta

Bisnisnews.net - Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi, Dadang Hermawan, meninjau...

UPTD BLK Disnakertrans Sukabumi Buka Pelatihan Kerja Gratis, Pendaftaran 31 Juli – 14 Agustus 2026

Bisnisnews.net - UPTD BLK Disnakertrans Kabupaten Sukabumi resmi membuka...