Bisnisnews.net || Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat pendekatan pembangunan berbasis wilayah dengan menggandeng pengurus RT dan RW sebagai motor penggerak. Dalam kegiatan Pemberdayaan RT dan RW yang digelar di Kantor Kelurahan Citamiang, Senin (7/7/2025), Wali Kota Sukabumi, H. Ayep Zaki, menekankan pentingnya membangun kota dari titik paling bawah—yakni kelurahan.
Menurut Wali Kota, RT dan RW adalah bagian dari struktur pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu, keterlibatan aktif mereka menjadi kunci terwujudnya pelayanan publik yang merata dan adil.
“Kalau kita ingin keadilan sosial benar-benar hadir, maka kita harus memperkuat peran RT dan RW. Mereka adalah simpul komunitas yang sehari-hari berhadapan langsung dengan persoalan warga,” ujarnya.
Wali Kota juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota tidak tinggal diam dalam mendukung peran RT dan RW. Sejumlah program prioritas telah dijalankan, seperti pemberian insentif bagi pengurus lingkungan dan Linmas, penanganan sampah, perbaikan infrastruktur jalan lingkungan, hingga penerangan jalan.
Di sisi lain, ia juga menyoroti pentingnya menjaga semangat kolektif dalam menghadapi tantangan kota. Ayep mengajak semua pihak untuk ikut mendoakan dan mengawal kelancaran roda pemerintahan.
“Kebersamaan adalah kekuatan kita. Tidak ada pembangunan yang berhasil tanpa dukungan dari masyarakat itu sendiri,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga mengungkap langkah-langkah strategis untuk memperjuangkan anggaran demi masyarakat, antara lain melalui peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), optimalisasi pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD), serta penguatan kinerja BUMD.
Dalam hal penguatan ekonomi kerakyatan, Pemerintah Kota juga telah mengalokasikan dana abadi dalam bentuk hibah modal untuk koperasi di berbagai kelurahan. Langkah ini diambil untuk memastikan perputaran ekonomi bisa dinikmati secara langsung oleh warga.
Tak hanya aspek ekonomi dan infrastruktur, program wakaf pun mulai digulirkan sebagai bagian dari agenda kesejahteraan berbasis sosial-keagamaan. Pemerintah berharap pendekatan ini mampu menciptakan ketahanan sosial dari level komunitas.
Menutup sambutannya, Wali Kota Ayep Zaki menyampaikan tekadnya membangun Sukabumi bukan hanya secara fisik, tetapi juga dari segi nilai, kebersamaan, dan partisipasi warga.
“Saya lahir di kota ini. Maka saya akan mengerahkan seluruh kapasitas saya untuk memastikan bahwa pembangunan benar-benar sampai ke masyarakat bawah,” pungkasnya.
Acara ini ditutup dengan penyerahan bantuan simbolis berupa tong sampah dan kaos kepada Ketua Paguyuban RT dan RW se-Kelurahan Citamiang, sebagai simbol kolaborasi nyata antara pemerintah dan warga dalam menjaga lingkungan.***(RAF)
Editor : M. Nabil