Bisnisnews.net || Pemerintah Kota Sukabumi terus menggulirkan strategi pemberdayaan ekonomi umat berbasis komunitas melalui berbagai program inklusif. Hal ini ditegaskan oleh Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, dalam agenda Jum’at Keliling (Jumling) yang digelar di Pondok Pesantren Al-Muslim, Kecamatan Lembursitu, Jumat (4/7/2025).
Kegiatan yang dirangkaikan dengan pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-9 Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Sukabumi Raya tersebut, menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, pesantren, dan organisasi pemuda dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
“Pesantren bukan hanya pusat pendidikan keagamaan, tapi juga harus menjadi motor penggerak ekonomi umat. Karena itu, kita ingin koperasi dan wakaf produktif tumbuh dari lingkungan pesantren,” tegas Ayep.
Ia menyebut, Pemkot akan mulai mengalokasikan hibah khusus bagi koperasi di tingkat kelurahan yang berjejaring dengan pesantren atau komunitas pemuda. Hal ini sejalan dengan semangat pemerataan ekonomi dan penguatan UMKM berbasis syariah.
“Insyaallah, hibah untuk koperasi akan kita salurkan tahun depan. Kita ingin ekonomi umat bangkit dari bawah, dari komunitas-komunitas yang punya nilai spiritual dan sosial yang kuat,” tambahnya.
Ayep Zaki juga menyampaikan bahwa program gerakan wakaf sukarela akan terus dikembangkan sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam pembangunan sosial, tanpa paksaan dan sepenuhnya berbasis keikhlasan.
“Wakaf bukan hanya membangun masjid, tapi juga bisa mendukung pendidikan, ekonomi, hingga ketahanan pangan. Kita ingin membangun peradaban dengan cara-cara yang bermartabat,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota mengapresiasi GPII yang konsisten mencetak kader-kader muda Islam yang tangguh secara intelektual dan spiritual. Ia berharap GPII dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam membina generasi muda yang cinta tanah air dan siap berkontribusi untuk daerah.
“Kami titip kepada GPII agar terus hadir di tengah masyarakat, membina remaja masjid, mendampingi ekonomi pemuda, dan mendorong kaderisasi kepemimpinan yang sehat,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa Pemkot terus memperkuat fondasi ekonomi lokal dengan menyalurkan insentif kepada para tokoh masyarakat seperti RT, RW, hansip, kader posyandu, marbot masjid, guru ngaji, dan ke depan direncanakan juga untuk guru jam’iyah.
“Insentif ini bukan hanya soal angka, tapi bentuk keberpihakan pada penggerak sosial di level akar rumput. Kita ingin pembangunan ini dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.
Dengan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Wali Kota berharap pembangunan di Sukabumi dapat lebih mandiri, termasuk di sektor pendidikan, infrastruktur, dan pelayanan publik.
“Kalau PAD kita kuat, kita tidak harus menunggu bantuan pusat. Kita bisa merancang pembangunan yang sesuai kebutuhan masyarakat kita sendiri,” pungkasnya.***(RAF)
Editor : M. Nabil