Peserta ToT SKB IPB 2025 Gelar Tour : Belajar Cara Cerdas Wujudkan Keluarga Sehat dan Mandiri

Date:

Bisnisnews.net || Hari ketiga Training of Trainer (ToT) Sekolah Keluarga Berkualitas (SKB) 2025 menghadirkan suasana belajar yang berbeda dan menyegarkan. Setelah dua hari penuh mendalami materi di dalam ruang, para peserta ToT kini diajak untuk menjejak langsung dunia nyata melalui kegiatan Tour Agribusiness and Technology Park (ATP) IPB University, pusat edukasi dan inovasi pertanian terapan di kawasan Dramaga, Bogor, Rabu 18/06/2025.

Kegiatan tour ini bukan sekadar wisata edukatif, melainkan bagian penting dari pelatihan yang bertujuan menanamkan kesadaran dan keterampilan tentang pengelolaan pangan sehat dan berkelanjutan, yang sangat relevan dalam membangun keluarga berkualitas dan mencegah stunting sejak dari rumah.

Untuk memastikan kegiatan berjalan efektif dan kondusif, peserta dibagi menjadi tiga kelompok kecil. Masing-masing kelompok dipandu oleh fasilitator berpengalaman yang juga merupakan bagian dari tim pelaksana kegiatan.

Kelompok 1 dipandu oleh Novia Putri Jelita, Kelompok 2 dipandu oleh Yuliana, dan Kelompok 3 dipandu oleh Tubagus Rasyid. Dengan pendekatan yang komunikatif dan interaktif, para pemandu mengarahkan peserta menyusuri berbagai titik penting di kawasan ATP.

Dalam tour ini, peserta diperkenalkan pada berbagai inovasi teknologi pertanian dan sistem agribisnis terpadu yang telah dikembangkan oleh IPB University.

Beberapa titik kunjungan utama mencakup: (1) lahan pertanian organik, tempat peserta belajar tentang pentingnya pangan bebas pestisida dan dampaknya bagi kesehatan keluarga; (2) rumah kompos, yang mengajarkan prinsip pengolahan limbah rumah tangga menjadi pupuk alami; (3) sistem budidaya hidroponik dan vertikultur, solusi bercocok tanam di lahan terbatas seperti pekarangan rumah; (4) demonstrasi pengolahan hasil pertanian, mulai dari pengemasan sayur organik hingga produk olahan UMKM binaan ATP.

Tak hanya melihat, para peserta juga aktif berdiskusi dan bertanya, khususnya tentang cara memulai pertanian rumah tangga, strategi menanam sayuran bergizi di pekarangan, serta bagaimana mengolah bahan pangan agar tetap bernutrisi dan minim limbah.

“Kegiatan ini benar-benar membuka wawasan saya. Ternyata, banyak inovasi sederhana yang bisa kita terapkan di rumah untuk menciptakan makanan sehat bagi keluarga,” ungkap salah satu peserta ToT dari Desa Sinarsari.

Peserta ToT SKB IPB 2025 Gelar Tour : Belajar Cara Cerdas Wujudkan Keluarga Sehat dan Mandiri (foto : Istimewa)

Selain memberi inspirasi praktis, kegiatan ini juga memperkuat pemahaman peserta bahwa ketahanan pangan keluarga merupakan bagian integral dari pengasuhan dan kesejahteraan anak.

Pola konsumsi yang sehat, kesadaran terhadap keamanan pangan, serta kemampuan memproduksi pangan sendiri, semuanya menjadi fondasi penting dalam menciptakan keluarga mandiri yang bebas stunting.

Tour ini juga menegaskan bahwa peran fasilitator keluarga berkualitas tidak hanya sebatas menyampaikan materi pengasuhan, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas keluarga dalam mengelola lingkungan hidup dan sumber daya pangan.

“Ini adalah momen penting dalam pelatihan. Peserta tidak hanya belajar teori, tapi juga melihat langsung praktik keberlanjutan yang bisa ditiru dan disebarluaskan di komunitas mereka,” ujar salah satu panitia pelaksana.

Kegiatan hari ketiga ini ditutup dengan sesi refleksi singkat dari masing-masing kelompok, di mana peserta menyampaikan kesan dan pengetahuan baru yang diperoleh dari kunjungan.

Banyak dari mereka mengaku terinspirasi untuk mulai menerapkan pola hidup sehat dan berdaya di rumah masing-masing, termasuk dengan memanfaatkan lahan sempit untuk menanam sayuran sendiri.

Dengan terselenggaranya tour ATP ini, ToT SKB 2025 semakin memperkuat komitmennya sebagai program pelatihan komprehensif yang tidak hanya menanamkan nilai-nilai pengasuhan anak yang sehat dan penuh kasih, tetapi juga menyiapkan fasilitator yang peka terhadap isu pangan, lingkungan, dan kemandirian keluarga.

Diharapkan, semangat dan pengetahuan yang diperoleh dari ATP akan dibawa oleh para peserta kembali ke desa dan komunitas masing-masing, untuk ditularkan melalui berbagai kegiatan edukasi keluarga yang transformatif. Karena pada akhirnya, kemandirian pangan rumah tangga adalah langkah awal menuju keluarga berkualitas dan bangsa yang berdaya.***

Foto : Istimewa

Editor : M. Nabil

(Aab)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

MBG Bukan Ladang Bisnis: Ini Soal Masa Depan Bangsa

Oleh: Dede Heri, Sekjen Rumah Literasi Merah PutihBisnisnews.net ||...

Reuni Ubur-Ubur di Terambyar Fest, Wawali Sukabumi Bobby Maulana Duet dengan Aldi Taher

Bisnisnews.net || Stadion Suryakencana berubah menjadi lautan manusia yang...

Guyuran Hujan Tak Halangi, Puluhan Ribu Penonton Padati Aksi Band Perunggu di Sukabumi

Bisnisnews.net || Salahsatu Gorup musik  papan atas Indonesia "Band...

Resah Ormas Anti-Kebinekaan, Warga Bandung Pasang Spanduk Tolak Intoleransi

Bisnisnews.net || Bertebaran spanduk penolakan warga terhadap organisasi intoleran...