Bisnisnews.net || Upaya pelestarian budaya tradisional kembali mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Hal ini tercermin dari dukungan penuh Bupati Sukabumi, H. Asep Japar (Asjap), terhadap partisipasi kontingen padalangan yang akan berlaga dalam ajang Binojakrama Wayang Purwa 2025 tingkat Jawa Barat.
Dalam seremoni pelepasan yang digelar di Pendopo, Jalan Ahmad Yani, Warudoyong, Kota Sukabumi, Bupati Asjap secara simbolis melepas kontingen yang terdiri dari sejumlah seniman muda daerah. Kontingen ini diisi oleh Juru Brata atau dalang utama, Ade Barnas, putra daerah asal Cidolog, didampingi Juru Kawi, Neng Ratna, putri berbakat dari Kecamatan Gegerbitung, serta sekitar 15 orang wiyaga dari berbagai kecamatan.
“Ini bukan sekadar lomba, tapi wujud nyata kita menjaga warisan leluhur. Saya bangga generasi muda kita tampil di ajang ini, membawa seni wayang golek ke level yang lebih tinggi,” ujar Asjap, Senin (9/6/2025).
Ia menegaskan bahwa keterlibatan anak muda dalam seni pedalangan adalah langkah strategis untuk regenerasi pelaku seni tradisional yang kini semakin langka. Ajang Binojakrama pun diharapkan menjadi ruang aktualisasi sekaligus promosi seni budaya lokal.
“Yang penting tampil prima dan penuh semangat. Juara itu bonus. Yang utama, semangat pelestarian jangan pernah padam,” lanjutnya.
Asjap juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku seni untuk menjaga eksistensi budaya lokal seperti wayang golek. Ia berharap kegiatan ini mampu meningkatkan minat kawula muda terhadap dunia seni, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi seniman daerah untuk tampil di kancah yang lebih besar.
“Kita semua punya tanggung jawab bersama agar seni dan budaya warisan leluhur tetap hidup dan dicintai generasi masa depan,” pungkasnya.*** (RAF)
Editor : M. Nabil