Bisnisnews.net || Upaya Pemerintah Kota Sukabumi dalam mewujudkan kota yang hijau, sehat, dan berdaya saing ekonomi terus berlanjut. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah mendorong investasi berbasis energi terbarukan dan industri ramah lingkungan, melalui kolaborasi dengan mitra internasional.
Pada Rabu (28/5/2025), Pemkot Sukabumi menggelar audiensi dengan perwakilan investor asal Jepang dan Korea, guna membahas potensi kerja sama di berbagai sektor, khususnya pengelolaan energi terbarukan dan solusi permasalahan sampah kota.
Salah satu peserta audiensi, perusahaan asal Jepang Digi Capital Grid, memaparkan rencana besar mereka untuk menghadirkan proyek energi bersih di Sukabumi. Tujuannya adalah menjadikan Sukabumi sebagai kota percontohan dalam transisi energi ramah lingkungan di Indonesia.
“Proyek ini tidak hanya akan mengurangi ketergantungan pada energi fosil, tetapi juga memperkuat citra Sukabumi sebagai kota yang peduli terhadap lingkungan,” ujar perwakilan perusahaan.
Meski saat ini belum tersedia lahan milik pemerintah untuk mendukung proyek tersebut, investor menunjukkan komitmen serius untuk menanamkan modal, dengan catatan seluruh persyaratan legal, termasuk penandatanganan sembilan nota kesepahaman, dapat dituntaskan bersama.
Adapun isi kesepahaman meliputi pengembangan energi terbarukan, penciptaan lapangan kerja, penguatan sektor pariwisata, hingga menjadikan kawasan Sukabumi sebagai zona investasi strategis nasional.
Selain sektor energi, Pemkot Sukabumi juga menyambut rencana ekspansi industri kreatif dari perusahaan PT Royal Puspita, produsen boneka berstandar ekspor yang telah lama beroperasi di Kabupaten Sukabumi. Perusahaan ini menargetkan membuka cabang di wilayah kota, dengan orientasi produksi ramah lingkungan dan penyerapan ribuan tenaga kerja lokal.
Namun, pihak perusahaan mengeluhkan adanya tantangan sosial berupa gangguan dari oknum yang menghambat proses perekrutan. Mereka berharap perlindungan hukum dan kemudahan perizinan dari pemerintah agar investasi berjalan tanpa hambatan.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Sukabumi Bobby Maulana menegaskan bahwa pihaknya siap memfasilitasi kebutuhan investor, khususnya yang membawa dampak positif terhadap pembangunan berkelanjutan.
“Kami berkomitmen menciptakan iklim investasi yang aman, ramah, dan pro-lingkungan. Kehadiran investor seperti ini sejalan dengan arah pembangunan kami, yaitu mengedepankan ekonomi hijau dan penciptaan lapangan kerja baru,” ungkap Bobby.
Ia juga menyebutkan pentingnya kesiapan Kota Sukabumi menyambut konektivitas infrastruktur, termasuk proyek jalan tol yang akan membuka akses ke kota-kota besar di Jawa Barat.
Dengan meningkatnya minat investor asing yang membawa teknologi bersih dan pendekatan industri berkelanjutan, Kota Sukabumi diproyeksikan tumbuh sebagai kawasan baru yang mengedepankan keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan.
Melalui sinergi dengan mitra global, Pemkot Sukabumi berharap dapat mewujudkan visi kota masa depan yang inklusif, berdaya saing, dan layak huni bagi seluruh warganya.***(RAF)
Editor : M. Nabil