Bisnisnews.net || Maraknya kasus pelecehan seksual yang terjadi belakangan ini menjadi tamparan keras bagi kita semua. Lebih memilukan lagi, banyak dari kasus tersebut dilakukan oleh orang-orang yang memiliki jabatan, kekuasaan, dan pendidikan tinggi—yang seharusnya menjadi contoh dan pelindung masyarakat, bukan justru pelaku kekerasan.
Kasus memilukan yang baru-baru ini terjadi di Kabupaten Garut, di mana seorang bocah berusia 5 tahun menjadi korban pelecehan oleh ayah kandung dan pamannya sendiri, menambah panjang daftar luka kemanusiaan yang harus kita tangisi bersama. Peristiwa ini bukan hanya menyayat hati, tetapi juga menggambarkan betapa daruratnya situasi perlindungan anak dan perempuan saat ini.
“Sebagai Presiden Mahasiswa STIE Yasa Anggana Garut 2024, saya, Antie Nurul Fauziah, menyatakan sikap tegas dalam melawan segala bentuk kekerasan seksual. Saya menyerukan kepada seluruh pihak, terutama institusi pendidikan, aparat penegak hukum, dan masyarakat luas, untuk tidak tinggal diam dan segera bertindak nyata dalam memberikan perlindungan dan keadilan kepada para korban,” ungkapnya Minggu 13/04/2024.
“Saya juga ingin menyampaikan dukungan penuh kepada setiap korban kekerasan seksual, untuk berani speak up, berbicara, dan menyuarakan kebenaran. Kita tahu tidak mudah, apalagi ketika dihadapkan dengan tekanan, rasa takut, dan stigma. Tapi ketahuilah, kalian tidak sendiri. Suara kalian adalah kunci perubahan,” tambahnya.
Dia juga mengajak kepada semua perempuan untuk saling menguatkan serta membela hak-hak perempuan. Utamanya perempuan jangan lemah dalam menghadapi ketidakadilan.
“Kepada seluruh perempuan, mari kita bahu-membahu, saling menguatkan, dan berdiri bersama untuk membela sesama perempuan. Kita harus menciptakan ruang aman, saling menjaga, dan menjadi bagian dari gerakan melawan kekerasan berbasis gender di mana pun kita berada,” tegasnya.
“Kita tidak boleh diam. Diam adalah bentuk lain dari pembiaran. Saatnya perempuan bersatu dan bersuara,” pungkasnya.***
Foto : Istimewa
Editor : M. Nabil
(Sal/Biro Garut)