Bisnisnews.net || Setelah sukses dihelat di Hongkong pada MInggu (16/3) Kementrian P2MI melanjutkan rangkaian kegiatan Sosialisasi dan Edukasi Keuangan Pekerja Migran Indonesia di Tulungagung, Malang dan Ponorogo, Jawa Timur. Rangkaian kegiatan berturut-turut digelar pada 19 – 22 Maret 2025, sebagai Quick Win Pokja Sektor Jasa, Desk Koordinasi Peningkatan Penerimaan Devisa Negara.
Kegiatan ini bekerjasama dengan Bank Indonesia, Kejaksaan Agung dan Himpunan Bank Negara yaitu PT. BNI (Persero) Tbk, PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT. BRI (Persero) Tbk serta melibatkan PT. Bank Central Asia, Tbk.
Direktur Literasi Keuangan dan Pemanfaatan Remitansi Kementerian P2MI selaku Ketua Pokja Sektor Jasa, Indra Hardiansyah mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan Pekerja Migran Indonesia dan Keluarga.
“Ini diharapkan dapat memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada Keluarga Pekerja MIgran Indonesia untuk mengelola keuangan, pentingnya menabung, berinvestasi, serta mengenal produk dan jasa layanan keuangan,” ujarnya.
Direktur Indra menambahkan, para keluarga Pekerja Migran Indonesia ini adalah penerima remitansi. Diharapkan mereka bisa mengelola keuangan atas hasil kerja keluarganya dari luar negeri dengan bijak dan baik.
“Tujuan nya agar bisa berdampak pada peningkatan perekonomian keluarga serta dapat mendorong peningkatan perekonomian nasional,” jelas Direktur Indra.
Sekertaris Pokja Sektor Jasa, Suprianto menyatakan, keluarga Pekerja Migran harus bangga kepada pekerja Migran, karena yang diketahui bersama pekerja Migran adalah penyumbang Devisa Negara terbesar.
“Pekerja Migran adalah bagian dari salah satu penopang perekonomian negara, dengan angka terbesar kedua setelah Migas. Jadi tetap semangat berjuang untuk Keluarga dan Bangsa,” ujarnya
Adapun materi Edukasi keuangan Pekerja Migran Indonesia meliputi pengelolaan keuangan, literasi sistem pembayaran, perlindungan konsumen, anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme serta literasi produk/jasa layanan keuangan. ***
Foto : Istimewa
Editor : M. Nabil
(IFU)