Targetkan Efisiensi dan Perbaikan, Wali Kota Sukabumi Evaluasi Anggaran RSUD R. Syamsudin SH

Date:

Bisnisnews.net || Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyoroti kondisi keuangan RSUD R. Syamsudin SH (Bunut) yang saat ini masih bergantung pada subsidi APBD sebesar Rp40,7 miliar per tahun. Dalam evaluasi yang dilakukan, ia menekankan pentingnya perbaikan manajemen keuangan agar rumah sakit dapat bergerak sesuai dengan kemampuannya tanpa terus mengalami defisit.

“Seharusnya, subsidi dari APBD ini bisa kembali ke kas daerah karena pada dasarnya itu seperti pinjaman untuk pegawai negeri yang mengabdi di rumah sakit. Jika ini tidak segera diperbaiki dalam empat tahun, nilai keuangan Bunut bisa menjadi nol,” ujar Ayep Zaki usai memimpin upacara apel bersama karyawan RSUD R Syamsudin SH, Rabu (5/3/2025).

Saat ini, total ekuitas RSUD R. Syamsudin SH mencapai Rp220 miliar, termasuk aset tanah dan bangunan. Namun, laporan keuangan menunjukkan adanya ketidakseimbangan dalam pengeluaran. Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah gaji direktur rumah sakit yang seharusnya berada di kisaran Rp80-100 juta per bulan, tetapi laporan sebelumnya menyebutkan ada yang mencapai Rp300 juta per bulan.

“Saya akan cek ini, dan saya akan minta direktur yang akan datang gajinya diturunkan. Kalau tidak mau, saya akan cari orang profesional yang siap menerima efisiensi,” tegasnya.

Sementara itu, Plt. Direktur UOBK RSUD R. Syamsudin SH, Yanyan Rusyandi, menjelaskan bahwa salah satu faktor terbesar dalam pengeluaran rumah sakit adalah belanja pegawai, yang mencapai 72 persen dari total pendapatan rumah sakit sebesar Rp320 miliar. Dari jumlah tersebut, Rp40,7 miliar digunakan untuk menggaji ASN, sedangkan sisanya dialokasikan untuk pegawai BLUD dan remunerasi pegawai lainnya.

Untuk perbaikan ke depan, pemerintah menargetkan EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) rumah sakit harus positif. Selain itu, target pendapatan juga ditingkatkan dari Rp320 miliar menjadi Rp350 miliar tahun ini, dengan rencana jangka panjang mencapai Rp500 miliar.

“Kami telah melaporkan seluruh data keuangan secara terbuka dan akan fokus pada upaya perbaikan manajemen agar rumah sakit bisa lebih mandiri secara finansial,” ungkap Yanyan.

Dengan langkah-langkah efisiensi yang direncanakan, diharapkan RSUD R. Syamsudin SH bisa mengelola keuangannya lebih baik dan mengurangi ketergantungan pada APBD di masa mendatang.***(Azi)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Puan Maharani Soroti Lonjakan Harga Plastik, Dorong UMKM Beralih ke Kemasan Organik

Bisnisnews.net || Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti kenaikan...

Lanjutkan Estafeta Kepemimpinan, PWI Kabupaten Sukabumi Koordinasi ke PWI Jabar Jelang Konferensi

Bisnisnews.net || Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sukabumi mulai...

Syukur dan Optimisme Atas Diplomasi Strategis Presiden Prabowo Subianto

Oleh : Anto Kusumayuda (Ketum PPJNA 98) dan Aam...

Pembangunan Jembatan di Cibeureum Ditunda, Pemkot Prioritaskan Infrastruktur Dasar

Bisnisnews.net || Rencana pembangunan jembatan di Kecamatan Cibeureum, Kota...