DPP IMAKIPSI Serukan Refleksi pada Hari Guru Nasional Tahun 2025 

Date:

Bisnisnews.net || Peringatan Hari Guru Nasional tahun ini diwarnai rasa duka dan keprihatinan mendalam setelah dua kasus besar mengguncang dunia pendidikan di Sukabumi. Seorang pelajar di salah satu Madrasah Tsanawiyah dilaporkan meninggal dunia akibat bullying, sementara seorang guru melakukan tindakan pelecehan terhadap muridnya sendiri.

Merespons situasi tersebut, M. Fathurrahman, sebagai pengurus DPP Ikatan Mahasiswa Keguruan dan Ilmu Pendidikan se-Indonesia (IMAKIPSI) Bidang Sosial Kemasyarakatan, menyampaikan refleksi kritisnya terhadap kondisi pendidikan saat ini.

“Hari Guru Nasional seharusnya menjadi momen untuk merayakan dedikasi yang telah diberikan oleh para tenaga pendidik, namun tahun ini hati saya terasa sangat berat. Tragedi ini bukan hanya peristiwa, tetapi cermin bahwa sistem pendidikan kita sedang sakit,” ujar Fathurrahman.

Ia mengutip pemikiran Paulo Freire dalam Pedagogy of the Oppressed bahwa pendidikan bukanlah ruang netral, melainkan arena praksis pembebasan atau justru reproduksi penindasan. Menurutnya, kedua kasus di Sukabumi menunjukkan betapa sekolah dapat kehilangan fungsinya sebagai ruang humanisasi.

“Ketika sekolah gagal menghadirkan dialog, empati, dan relasi manusiawi, maka kekerasan tumbuh menggantikan pendidikan itu sendiri. Kita sering menyebut sekolah sebagai rumah kedua, tetapi bagaimana ketika rumah itu justru melukai?” tegasnya.

Fathurrahman juga menyoroti bahwa bullying yang berujung kematian serta tindakan pelecehan oleh oknum guru merupakan bukti adanya kegagalan sistemik. Mulai dari budaya sekolah hingga mekanisme penanganan kasus yang dinilai belum berpihak pada keselamatan dan martabat peserta didik.

“Tragedi ini menunjukkan bahwa sekolah kita belum menjadi safe learning environment. Ada kegagalan pada level institusi dan budaya pendidikan yang tidak bisa lagi kita tutupi dengan seremoni peringatan. Pendidikan hanya bermakna bila ia berpihak pada kehidupan,” tambahnya.

Pada momentum Hari Guru Nasional tahun 2025 ini, Fathurrahman mengajak seluruh pendidik untuk kembali pada niat suci profesi.

“Guru harus menjadi penuntun, bukan penakut; pelindung, bukan ancaman. Dan saya mengajak kepada seluruh masyarakat Sukabumi agar tidak boleh diam. Anak-anak kita adalah amanah, bukan sekadar angka dalam statistik pendidikan,” tutupnya.***

Editor : M. Nabil

(DH)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Temui Wamenpora, Pemkot Sukabumi Usulkan Revitalisasi Stadion dan Pembangunan Fasilitas Pemuda

Bisnisnews.net || Pemerintah Kota Sukabumi melakukan audiensi dengan Wakil...

Mediasi Gagal, Sengketa Lahan Dapur SPPG di Pamuruyan Berlanjut ke Jalur Hukum

Bisnisnews.net || Polemik kepemilikan lahan yang kini digunakan sebagai...

Gogosan Jalur Akibat Hujan Deras, Perjalanan KA Siliwangi Sukabumi–Cipatat Dihentikan Sementara

Bisnisnews.net || Perjalanan KA Siliwangi (345) relasi Cipatat–Sukabumi kembali...

UU PPRT Disahkan, Jutaan Pekerja Rumah Tangga Kini Wajib Dapat THR, Cuti, dan BPJS

Bisnisnews.net || Pengesahan Undang-Undang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT)...