Bisnisnews.net || Untuk mendorong hadirnya informasi positif mengenai program Makanan Bergizi Gratis (MBG), Dapur SPPG Limusnunggal 3, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi yang berada di bawah Yayasan Solusi Anak Sehat mencetuskan lomba pembuatan konten kreatif bagi para penerima manfaat.
Program ini kini menjadi salah satu kegiatan yang paling diminati siswa di sejumlah sekolah di Sukabumi.
Ketua Yayasan Solusi Anak Sehat, Sandra Kirana Wedaswara, mengungkapkan bahwa perlombaan tersebut bermula dari tingginya isu negatif terkait MBG.
“Waktu itu beritanya banyak yang buruk. Kami ingin menunjukkan bahwa cerita di lapangan tidak seperti itu, dan cara paling efektif adalah mengajak sekolah-sekolah membuat konten positif,” katanya, Sabtu (15/11/2025).
Respons Siswa Sangat Besar
Sejak dijalankan hampir empat bulan, antusiasme peserta meningkat pesat. Banyak sekolah yang mengirim lebih dari satu karya, bahkan ada yang mampu menghasilkan lima hingga enam konten dalam satu periode penilaian.
Tim yayasan kemudian menyeleksi karya-karya yang masuk dan memilih satu sekolah terbaik setiap bulan. “Anak-anak sebenarnya senang ngonten. Ketika melihat ada apresiasi, mereka semakin bersemangat,” ujar Sandra.
Hadiah yang diberikan pun beragam, mulai dari paket makanan hingga perlengkapan makan ramah pakai seperti set sendok, garpu, dan sumpit stainless.
Kreasi yang Menyentuh dan Positif
Salah satu video yang mencuri perhatian bulan ini datang dari siswa sekolah dasar. Mereka membuat alur cerita sederhana, mulai dari berangkat sekolah, menerima MBG, hingga memberikan ucapan selamat ulang tahun disertai doa untuk Presiden Prabowo Subianto. Menurut Sandra, konten tersebut dibuat dengan persiapan yang baik dan menunjukkan kreativitas tinggi.
Selain meningkatkan partisipasi, program ini juga memperkuat interaksi daring. Banyak sekolah menandai akun Instagram yayasan saat mempublikasikan konten, sehingga pesan positif mengenai MBG semakin meluas.
Inisiatif Lokal yang Berdampak
Sandra menegaskan bahwa perlombaan ini bukan instruksi dari Badan Gizi Nasional, tetapi merupakan langkah mandiri dari Dapur SPPG Limusnunggal untuk menyeimbangkan narasi publik.
“Kami ingin masyarakat melihat langsung bagaimana MBG diterima dan dirasakan oleh anak-anak. Melalui konten, itu bisa tersampaikan secara jujur dan menarik,” tutupnya.
Dapur SPPG Limusnunggal 3 saat ini melayani 3.994 penerima manfaat yang meliputi para siswa, ibu hamil, ibu menyusui serta balita.***(RAF)
Editor : M. Nabil