Bisnisnews.net || Pemerintah Kota Sukabumi terus berupaya memastikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar keamanan dan kebersihan pangan. Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, meninjau langsung salah satu dapur penyedia makanan MBG di kawasan Merbabu, Kecamatan Gunungpuyuh, untuk memastikan seluruh proses berjalan dengan baik.
Dalam kunjungan tersebut, Ayep meninjau berbagai aspek mulai dari gudang penyimpanan bahan makanan, ruang pengolahan, hingga kendaraan distribusi. Ia menilai pelaksanaan di lapangan sudah cukup baik, namun tetap perlu ditingkatkan agar semua dapur memiliki prosedur kerja yang seragam.
“Saya lihat langsung prosesnya, mulai dari tempat masak sampai penyajian dan kendaraan. Sudah cukup bagus, tapi harus ada SOP yang diterapkan secara menyeluruh supaya tidak terjadi kesalahan atau risiko keracunan,” kata Ayep.
Pemerintah Kota Sukabumi, lanjutnya, telah membentuk Satgas MBG untuk memantau pelaksanaan program di 41 dapur MBG, di mana 35 dapur saat ini sudah aktif beroperasi. Satgas tersebut bertugas memastikan setiap dapur menerapkan standar yang sama dalam pengolahan makanan.
Selain pengawasan SOP, Wali Kota juga menyoroti pentingnya pengendalian kadar pestisida dalam bahan pangan yang digunakan. Ia meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) serta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) turun langsung melakukan pengujian kadar pestisida dan memberikan pembinaan kepada petani maupun pemasok sayur-mayur.
“Kita harus tahu batas aman kadar pestisida. Harus ada alat ukurnya supaya bisa dipantau dan tidak melebihi ambang batas. Kalau perlu, kita bantu petani dan pemasok agar sesuai standar,” tegasnya.
Dari sisi kebersihan, Ayep menekankan pentingnya higienitas dapur pengolahan. Ia ingin seluruh dapur MBG nantinya memenuhi Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS). Menurutnya, kebersihan menjadi faktor utama agar makanan yang disajikan benar-benar aman dikonsumsi masyarakat.
“Kita ingin semua dapur higienis, material dan pengolahannya sesuai standar, dan kadar bakteri E. coli-nya nol persen,” ujarnya.
Ayep juga berpesan agar para pengelola dapur tidak mengambil keuntungan berlebihan demi menjaga kualitas bahan pangan.
“Jangan ambil untung terlalu besar. Yang penting makanan bergizi, higienis, dan aman. Karena pestisida yang menumpuk di tubuh bisa memicu penyakit berbahaya seperti kanker,” ucapnya.
Lebih jauh, Wali Kota berharap program MBG di Sukabumi dapat menjadi contoh nasional dalam penerapan tata kelola pangan yang baik dan aman. Ia juga mengaitkan keberhasilan MBG dengan program lain seperti Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan 12 PAS (Pemerlu Atensi Sosial) sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin Sukabumi menjadi role model bagi daerah lain. Semua pihak harus terbuka, saling mendukung, dan bekerja bersama agar program ini berjalan berkelanjutan,” tutup Ayep.***(RAF)
Editor : M. Nabil