Bencana Ekologis Gunung Salak Picu Protes Aktivis di Gedung Sate

Date:

Bisnisnews.net || Banjir bandang dan longsor yang melanda lereng Gunung Salak awal Agustus lalu memicu gelombang protes warga dan aktivis lingkungan. Puluhan orang dari Aliansi Aktivis Kota mendatangi Gedung Sate, Bandung, Senin (11/8/2025), menuntut Gubernur Jawa Barat, Dedi, segera mengambil langkah tegas memberantas mafia perusak hutan dan mempercepat pemulihan lingkungan.

Kerusakan parah terjadi di Blok Cangkuang, Desa Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Menurut warga, selama dua tahun terakhir, pohon-pohon bernilai tinggi seperti Mangong, Damar, Jengjeng, Pasah, Saninten, hingga Puspa ditebang secara masif. Bahkan tanaman Pinus dan Damar hasil program penghijauan pun ikut lenyap.

Akibatnya, saat hujan deras mengguyur pada Minggu (3/8/2025), daya resap tanah di hulu menurun drastis. Dua sungai utama, Cibojong di Cidahu dan Rasamala di Cicurug, meluap dengan cepat, merendam pemukiman dan lahan pertanian. Sejumlah titik longsor menambah kerusakan, memicu kepanikan warga.

Koordinator Aliansi, Bahtiar, menyebut perusakan hutan tersebut bukan sekadar pelanggaran lingkungan, tapi juga ancaman langsung terhadap keselamatan warga.

“Bencana ini bukan hanya akibat hujan, tapi karena pohon-pohon yang menjadi penyangga air sudah habis ditebang. Kami minta Gubernur menepati janji kota hijau dan menindak tegas pelakunya,” tegasnya.

Dalam aksi itu, massa menyerahkan empat tuntutan utama: investigasi menyeluruh, penguatan infrastruktur mitigasi bencana, bantuan dan kompensasi bagi warga terdampak, serta pembentukan Satgas Khusus Pengawasan Hutan Gunung Salak yang melibatkan masyarakat lokal.

Perwakilan Pemprov Jabar yang dipimpin Staf Bidang Lingkungan dan Kehutanan, Ermawan Dalisaputra, menyatakan akan membentuk tim investigasi.

“Kami akan memeriksa kebenaran laporan ini dan mengambil langkah penanganan,” ujarnya.

Namun, rencana pemerintah untuk memulai program lingkungan baru pada tahun depan memicu kekecewaan aktivis. Mereka mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa lebih besar jika tuntutan tak segera direspons.***(RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

PNM dan Pemkot Sukabumi Perkuat UMKM, Bobby Tekankan Pentingnya Inovasi Usaha

Bisnisnews.net – Penguatan kapasitas dan inovasi dinilai menjadi kunci...

Museum Prabu Siliwangi Luncurkan Katalog Keramik, Rekam Sejarah Sukabumi hingga Mancanegara

Bisnisnews.net – Museum Prabu Siliwangi di Kota Sukabumi memperkuat...

PLN Journalist Awards 2026 Kembali Digelar, Usung Tema “Energi Mandiri, Indonesia Berdaya”

Bisnisnews.net - PLN kembali menggelar PLN Journalist Awards (PJA)...

Janji Berobat Gratis Meski BPJS Mati Belum Berlaku di Sukabumi, DPRD Sebut Bikin Bingung Warga

Bisnisnews.net - Klaim Gubernur Jabar Dedi Mulyadi soal warga...