Kisah Sukses Muhammad Dikri : Budi Daya Strawberry jadi Destinasi Agrowisata di Gunungguruh 

Date:

Bisnisnews.net || Salah satu kisah sukses datang dari pengusaha UMKM yang bernama Muhamad Dikri (33), petani muda asal Kampung Panggeleseran, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi.

Berawal dari hobi menanam sejak duduk di bangku sekolah dasar, Dikri kini mengelola MD Farm, sebuah kebun strawberry yang berhasil tumbuh di lahan dataran rendah, tepatnya di ketinggian sekitar 410 meter di atas permukaan laut. Keberhasilannya ini menjadi bukti bahwa dengan inovasi, kerja keras, dan dukungan yang tepat, potensi pertanian lokal bisa berkembang di luar batas konvensional.

Ditemui, Bisnisnews.net, Dikri menuturkan kendala yang krusial dihadapi dalam budi daya Strawberry adalah air. Salah satu permasalahan utama yang dihadapi MD Farm adalah ketersediaan air bersih untuk irigasi. Berkat bantuan dana CSR, Dikri berhasil membangun sumur bor untuk menjamin ketersediaan air, khususnya di musim kemarau.

“Pompa air pernah rusak dan nyaris lumpuhkan operasional kebun. Tapi bantuan dari Gesari saya alokasikan untuk bikin sumur bor, jadi sekarang air aman dan kegiatan pertanian tetap jalan,” tutur Dikri kepada Bisnisnews.net, Sabtu 19/07/2025.

MD Farm kini tidak hanya menjadi lahan produksi strawberry, tetapi juga berkembang menjadi destinasi agrowisata lokal yang banyak dikunjungi warga dari Sukabumi hingga Jabodetabek. Pengunjung bisa menikmati sensasi memetik buah langsung dari pohonnya, sekaligus mendapatkan edukasi pertanian secara langsung, terlebih ketika musim liburan anak sekolah.

Kisah Sukses Muhammad Dikri : Budi Daya Strawberry jadi Destinasi Agrowisata di Gunungguruh  (foto : Isop)

“Kalau pengunjung terutama dihari-hari libur ada saja yang datang. Terutama waktu liburan anak sekolah seperti waktu kemarin. Biasanya yang datang seputar Jabodetabek, Jawa Barat dan Sukabumi,” jelas Dikri.

Dalam kondisi normal, kebun ini mampu menghasilkan sekitar 50 kilogram strawberry per bulan dengan harga jual Rp80.000 per kilogram untuk sistem petik langsung. Omzet per bulan pun bisa mencapai Rp6 juta, bahkan sempat menembus Rp10 juta pada puncak panen September 2024 lalu.

Tak hanya berdampak pada peningkatan pendapatan pribadi, usaha Dikri juga membuka lapangan pekerjaan baru. Saat ini ia mempekerjakan tiga orang di kebunnya, dan ke depan berharap bisa membangun rumah kaca agar produktivitas tetap stabil saat musim hujan.

Kini MD Farm memiliki delapan varietas stroberi unggulan seperti California, Saga Honoka, dan Jumbo Bali. Keberagaman varietas ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung dan menunjukkan keseriusan Dikri dalam mengembangkan sektor pertanian berbasis inovasi.

Kisah Dikri menjadi salah satu contoh nyata bagaimana program CSR yang terencana dan berkelanjutan mampu mendorong perubahan positif bagi masyarakat. Program Gesari tidak hanya membantu dari sisi ekonomi, tetapi juga membangun ekosistem kewirausahaan lokal yang berdampak jangka panjang.

“Semoga ke depan makin banyak petani muda yang terbantu oleh program seperti ini. Yang penting semangat, terus belajar, dan tidak takut mencoba,” pungkas Dikri.***

Foto : Isop

Editor : Aab Abdul Malik

(Isop Mahardiana)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Bupati Sukabumi Hadiri Drama Kolosal “Pajajaran Gugat”, Wujud Komitmen Lestarikan Budaya Sunda

Bisnisnews.net — Bupati Sukabumi Asep Japar bersama Wakil Bupati...

Gagasan Hukum Ekologis Mahasiswa NPU, Sabet Bronze di Mandalika Essay Competition 8

Bisnisnews.net – Tiga mahasiswa hukum Nusa Putra University membawa...

Sekjen Rumah Literasi Merah Putih Dukung Dua Pelajar Sukabumi di Seleksi Paskibraka Jabar 2026

Bisnisnews.net – Sekretaris Jenderal Rumah Literasi Merah Putih, Dede...

Lomba Karaoke Lintas Usia Meriahkan Hari Nelayan Palabuhanratu ke-66 di Alun-Alun Gadobangkong

Bisnisnews.net – Peringatan Hari Nelayan Nasional Palabuhanratu ke-66 berlangsung...