Bisnisnews.net || Tim Pengembang Kewirausahaan UPTD PLUT KUMKM Kabupaten Sukabumi, lakukan monitoring untuk mendorong beberapa pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan CSR SCG yang masuk program Gerakan Desa Berdikari (GESARI) agar memperluas jaringan serta pengembangan usahanya, Kamis 16/07/2025.
Pada kegiatan tersebut, tim pengembang kewirausahaan melakukan kunjungan ke beberapa UMKM Binaan untuk melihat sejauh mana proses pengembangan usahanya sesuai dengan sektor usaha masing-masing.
Salah satu UMKM Binaan yang dikunjungi adalah UKM Ratu Nusantara, yang beralamat di Kp. Jati Mekar RT 002 RW 003, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi.
Diketahui, UKM Ratu Nusantara merupakan UMKM yang bergerak dalam bidang berbagai olahan makanan seperti Jambrong goreng, bawang goreng, rengginang, keripik dan sebagainya. Selain bergerak dalam bidang olahan makanan, UKM Ratu Nusantara juga sudah mengembangkan usahanya dalam bidang perdagangan sembako, hasil pertanian, peternakan dan perikanan.
Ditemui Bisnisnews.net disela-sela kunjungan monitoring, owner UKM Ratu Nusantara Siti Ratna Maymunah, S.Pd menyampaikan apresiasi kepada tim Pengembang Kewirausahaan UPTD PLUT KUMKM Kabupaten Sukabumi, atas pendampingan yang telah dilakukan demi kemajuan usahanya.
“Saya sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tim atas kunjungan dan pemberian pendampingannya. Dengan begini, Saya selaku owner UKM Ratu Nusantara merasa terbantu untuk pengembangan usaha selanjutnya,” ucap Siti Ratna.
Siti Ratna mengatakan, kegiatan pendampingan tersebut menjadi salah satu cara UPTD PLUT KUMKM Kabupaten Sukabumi untuk membantu para pelaku usaha UMKM, dalam meningkatkan kapasitas serta pengembangan usahanya.
“Sangat bagus ya, ini bentuk sinergitas pentahelik antara dinas, CSR perusahaan SCG serta pelaku UMKM, agar usaha kita lebih berkembang lagi,” kata Siti Ratna.

Sementara itu, Lutfi Mohamad Reza, Pengembang Kewirausahaan UPTD PLUT KUMKM Kabupaten Sukabumi mengungkapkan, pihaknya akan selalu berkomitmen mendampingi para pelaku usaha UMKM khususnya binaan CSR SCG, terutama yang belum punya pasar, agar usaha mereka semakin berkembang.
“Seperti, memfokuskan pada digitalisasi pemasaran agar produk UMKM nya dapat dikenal konsumen secara lebih luas. Selain itu, persoalan perizinan, legalitas dan kurasi produk pun, harus menjadi perhatian,” ungkap Lutfi.
“Perlu upaya serius dalam membantu perizinan dan kurasi produk, agar kualitasnya terstandar dan bisa bersaing. Misalnya NIB sebagai izin dasar sudah selesai, tapi kan masih banyak lagi izin-izin yang lainnya, seperti izin halal, BPOM, Haki dan lainnya. Pokonya walaupun sifatnya UMKM legalitasnya harus dilengkapi,” tambah Lutfi.
Lutfi juga menyinggung potensi luar biasa dari sektor UMKM binaan CSR SCG program Gesari, yang kini mencapai ratusan pengusaha kecil dari beberapa desa, terutama yang masuk ke ring satu.
“Potensi ratusan UMKM binaan CSR SCG yang masuk program Gesari kan banyak. Nah, ini harus benar-benar dimanfaatkan. Dengan begitu, produk yang ditawarkannya bisa diminati oleh konsumen,” jelas Lutfi.
Lutfi berharap, kedepan pembinaan bisa dilakukan secara bergilir, merata dan berkelanjutan, agar semua perajin bisa merasakan manfaatnya.
“Harapannya, UMKM binaan CSR SCG melalui program Gesari bisa terus berkembang, tidak hanya sekedar penyerapan bantuan permodalan saja, tapi juga dalam berbagai aspek, mulai dari manajemen produksi, branding, maupun pemasaran,” harap Lutfi.***
Foto : Junaedi
Editor : M. Nabil
(Aab)