Ketika Negara Tak Hadir, Ponpes Al Fath Sukabumi Hadirkan Guru dan Harapan di Desa Terpencil Maluku

Date:

Bisnisnews.net || Di tengah minimnya kehadiran negara dalam menyediakan layanan pendidikan dasar di sejumlah desa terpencil, Pondok Pesantren Dzikir Modern Al Fath justru melangkah lebih dulu. Melalui program Ustadz Garis Depan, lembaga ini menghadirkan guru, pendakwah, sekaligus pembina masyarakat ke desa-desa yang nyaris terlupakan.

Program yang kini memasuki tahap keenam itu telah menjangkau tujuh desa di wilayah pedalaman Maluku. Dalam keberangkatan terbaru, 14 ustadz dan ustadzah dari kalangan santri diterjunkan untuk membantu pendidikan formal dan non-formal, bahkan di SD yang sama sekali tak memiliki tenaga pengajar.

“Gedung sekolahnya ada, gurunya tidak ada. Bahkan ada anak usia 12 tahun yang belum bisa baca tulis. Kami tidak bisa tinggal diam,” ujar KH Fajar Laksana, Pimpinan Pesantren Al Fath, Rabu (25/6/2025).

Lebih dari sekadar pengajaran agama, para santri juga turun tangan mengajar pelajaran umum, melatih keterampilan kewirausahaan, hingga membimbing warga menggunakan komputer bantuan yang selama ini tak terpakai karena tak ada yang bisa mengoperasikannya. Mereka juga membantu aktivitas pemerintahan desa dan memetakan potensi lokal berbasis teknologi informasi.

“Yang kami lakukan ini bukan hanya untuk umat Islam. Kami mengajar semua anak di sana, tanpa memandang agama. Karena yang mereka butuhkan bukan hanya guru agama, tapi guru matematika, guru IPA, guru SD secara umum,” tegas KH Fajar.

Respons dari masyarakat luar biasa. Dari yang awalnya hanya dua desa, kini berkembang menjadi tujuh desa atas permintaan langsung dari kepala-kepala desa yang merasa tertolong. Bahkan, dua masjid dan delapan majelis taklim telah dibangun atas inisiatif pesantren.

Pemerintah melalui Kementerian Agama turut memberi dukungan resmi berupa surat rekomendasi agar para santri dapat diterima secara administratif di wilayah tugasnya. Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag RI, Ahmad Zayadi, menyatakan program ini harus dilihat sebagai bagian dari pelengkap tanggung jawab negara yang belum sepenuhnya terpenuhi.

“Kami sangat mengapresiasi Pesantren Al Fath. Mereka hadir untuk melayani yang belum terlayani. Apa yang mereka lakukan sejalan dengan semangat pemerintah, yakni memastikan setiap warga negara memiliki hak atas layanan pendidikan, agama, dan sosial,” kata Zayadi.

Ke depan, pemerintah berkomitmen memberikan afirmasi kebijakan dan kemudahan regulasi agar kerja-kerja pemberdayaan oleh pesantren bisa terus berjalan tanpa hambatan.

Dalam sunyi dan keterbatasan di desa-desa pedalaman, langkah kecil santri-santri dari Al Fath menjadi cahaya—mewakili kehadiran negara yang kadang datang terlalu lambat, atau bahkan tak pernah tiba.***(RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Lewat Diplomatic Forum, Sukabumi Perluas Jejaring Dunia dan Tampilkan Potensi Daerah

Bisnisnews.net || Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-112, Pemerintah...

Dubes Dunia Belajar Ecoprint di Sukabumi, Siswa Jadi Duta Budaya Sekaligus Edukator Lingkungan

Bisnisnews.net || Kunjungan 16 duta besar dari sejumlah negara...

Monev Kecamatan Cikembar Tinjau BUMDes Sukamulya, Sekmat Tekankan Tertib Administrasi dan Inovasi Usaha

Bisnisnews.net || Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kecamatan Cikembar...

Rapat Dinas, Wabup Sukabumi Tekankan Sinergi dan Peran Aktif Daerah Ditengah Efisiensi Anggaran 

Bisnisnews.net || Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menghadiri Rapat...