Peternak Sapi Kurban di Sukabumi, Keluhkan Penurunan Omzet 

Date:

Wartain.com || Menjelang perayaan Idul Adha 1446 H, sebagian peternak sapi kurban di Sukabumi merasakan penurunan signifikan dalam omzet penjualan. Salah satunya dirasakan Haji Nurdin, pemilik Berkah Ternak, yang mengungkapkan bahwa tren penjualan tahun ini mengalami penurunan hingga 60 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Biasanya seminggu sebelum Idul Adha, pesanan dari masjid-masjid sudah penuh. Tahun lalu ada yang beli sampai empat atau lima ekor. Sekarang baru satu atau dua ekor,” ujar Haji Nurdin, Sabtu (1/6/2025), di peternakannya yang berlokasi di Kampung Curuggelar Tespong, Kelurahan Jayamekar, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi.

Nurdin sudah menekuni usaha perdagangan sapi kurban selama enam tahun, dan dalam tiga tahun terakhir mulai fokus pada manajemen pakan dan kesehatan hewan secara intensif. Saat ini, ia memelihara sekitar 80 ekor sapi.

Salah satu pencapaian besar Berkah Ternak adalah terjualnya sapi jantan jenis limosin seberat 1.100 kilogram kepada Presiden Prabowo Subianto. Sapi itu dibeli pada usia satu tahun dengan bobot 260 kg seharga Rp18 juta, dan setelah perawatan selama tiga tahun, dijual dengan harga Rp110 juta.

Namun, meski pernah mendapat pesanan dari Presiden, Nurdin tak menampik bahwa kondisi pasar tahun ini cukup berat. Ia menyebut daya beli masyarakat, terutama dari kalangan menengah ke bawah, cenderung melemah.

“Sekarang beli sapi untuk kurban tujuh orang aja susah. Ada yang iuran Rp3 juta per orang, tapi masih berat. Beda dengan kalangan menengah ke atas, mereka bisa beli individu seharga Rp30–40 juta,” jelasnya.

Ia juga mencatat adanya kenaikan harga sapi dibanding tahun lalu, meski tidak terlalu signifikan. “Yang bobotnya 3 kuintal dulu kita jual Rp20–21 juta, sekarang jadi Rp22 juta. Naik Rp1–2 jutaan. Harga pakan naik, biaya perawatan juga,” terangnya.

Selain untuk kurban, Nurdin menyebut usahanya juga melayani kebutuhan hewan potong untuk hajatan dan aqiqah pada hari-hari biasa. Namun momen Idul Adha tetap menjadi puncak penjualan tahunan yang sangat diandalkan.

“Sampai sekarang kami masih berharap ada peningkatan pembeli di sisa waktu menuju Idul Adha. Biasanya mendekati hari H baru ramai, semoga begitu juga tahun ini,” tutupnya dengan nada optimis.***(RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Jaringan Aktivis Sumut: Dukung Program Prabowo, Tapi Harus Sampai ke Akar Rumput

Bisnisnews.net  – Gelombang dukungan untuk pemerintahan Presiden Prabowo Subianto...

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna, ini Agendanya!

Bisnisnews.net - Wakil Bupati Sukabumi H Andreas mewakili Bupati...

PLN UP3 Sukabumi dan YBM PLN Tebar “Berbagi Cahaya” di Desa Sukamaju Kadudampit

Bisnisnews.net – Tidak hanya menyalurkan listrik, PLN juga hadir...

Listrik Masuk Desa, 2.930 Rumah di Jabar Nikmati Terang Semester I 2026

Bisnisnews.net – Sepanjang Januari hingga Juni 2026, PT PLN...