Wali Kota Sukabumi Sebut, Masalah Kerusakan Lapdek Akibat Lemahnya Pengawasan 

Date:

Bisnisnews.net || Lapang Merdeka Kota Sukabumi kembali menjadi sorotan, bukan karena keindahan atau fungsinya sebagai ruang publik, melainkan akibat kerusakan pada jogging track yang menimbulkan keluhan dari masyarakat. Kerusakan ini diduga dipicu oleh aktivitas penyewaan sepeda listrik yang beroperasi bebas di area yang semestinya diperuntukkan bagi pejalan kaki dan pelari.

Pantauan di lokasi pada Rabu (9/4/2025) menunjukkan sejumlah bagian jogging track mengalami kerusakan. Karet oranye yang melapisi lintasan terlihat mengelupas, membentuk lubang-lubang yang berpotensi membahayakan pengguna.

Minimnya pengawasan dan pengendalian terhadap penggunaan ruang publik menjadi perhatian utama. Pengelolaan Lapang Merdeka dinilai belum selaras dengan tujuan utamanya sebagai fasilitas olahraga dan rekreasi masyarakat.

Menanggapi persoalan ini, Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menyatakan telah menginstruksikan Dinas PUTR untuk mendata seluruh infrastruktur rusak di wilayah kota. Ia juga menegaskan bahwa pembangunan ke depan harus berorientasi pada kualitas dan keberlanjutan.

“Saya tidak akan mengakomodir pekerjaan yang jelek. Kita harus membangun dengan benar agar tidak cepat rusak,” tegas Ayep.

Sementara itu, Komisi II DPRD Kota Sukabumi turut menyampaikan kritik tajam. Anggota Komisi II, Inggu Sideni, menyesalkan kondisi Lapang Merdeka yang dinilai memburuk drastis dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menyebutkan bahwa kebersihan, penataan, serta fungsi ruang publik saat ini jauh dari harapan masyarakat.

“Kita sudah sering ingatkan ke Dinas PUTR. Kalau dua minggu ke depan tidak ada perubahan, kami akan panggil SKPD terkait. Ini soal hak masyarakat untuk memiliki ruang publik yang layak,” ujar Inggu.

Lebih dari sekadar perbaikan fisik, sorotan terhadap Lapang Merdeka membuka perbincangan lebih luas soal pentingnya tata kelola ruang publik yang partisipatif, transparan, dan konsisten dalam pengawasan. Ruang publik bukan hanya soal infrastruktur, tapi bagaimana ia dipelihara sebagai milik bersama.***(RAF)

Editor : M. Nabil

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

SMSI Belum Nyatakan Sikap Resmi Terkait Klausul Perjanjian Dagang Indonesia-AS

Bisnisnews.net || Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) hingga kini...

Dai Kondang Nasional Diduga Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Enam Santri di Sukabumi

Bisnisnews.net || Enam orang santriwati di wilayah Kecamatan Cicantayan,...

Kuasa Hukum TR Soroti Kemungkinan Pelaku Lain dalam Kasus Tewasnya NS di Sukabumi

Bisnisnews.net || Penetapan TR sebagai tersangka dalam perkara dugaan...

Polisi Lakukan Penyelidikan Atas Laporan Ibu Kandung NS terhadap Mantan Suami

Bisnisnews.net || Penanganan perkara meninggalnya NS (12), siswa asal...