Bisnisnews.net || Ratusan santri dan dewan Asatidz Pondok Pesantren Terpadu Al- Istiqamah Sukabumi, melaksanakan buka puasa bersama, bertempat di Kompleks Yayasan Al-Istiqamah Nusantara, Kp. Kubangjaya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jum’at 21/03/2025.
Diketahui, kegiatan buka puasa bersama santri Ponpes Terpadu Al- Istiqamah Sukabumi tersebut, sebelumnya diisi terlebih dahulu dengan ceramah agama yang disampaikan oleh KH. Asep Saepurahman, S.Pd.I dengan tema “Peran Santri dan Pelajar dalam Mendukung Suksesnya Asta Cita Presiden Prabowo Subianto”.

Dihubungi wartain.com, Ketua Yayasan Al- Istiqamah Nusantara, Sihabudin mengungkapkan, kegiatan tersebut bertujuan untuk menanamkan nilai keagamaan, meningkatkan kebersamaan dan ukhuwah islamiyah dan kebangsaan, mendidik siswa tentang adab dan akhlak, melatih kedisiplinan dan kepedulian sosial, serta penutup kegiatan pembelajaran ramadhan 1446 H, sebelum para santri libur panjang dan melaksanakan Idul Fitri di rumahnya masing-masing.
“Acara kita awali dengan ceramah agama yang bertema tentang wawasan kebangsaan, kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama,” ungkap Budi sapaan karib Sihabudin yang sekaligus sebagai Ketua Umum Yayasan Merah Putih 08 ini.
“Sengaja Kami bawakan tema kebangsaan yang berkaitan dengan peran mereka (santri-red) dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo, agar mereka memahami betul pentingnya penanaman nilai-nilai kebangsaan dalam bingkai persatuan dan kesatuan demi tegaknya NKRI,” tambah Budi yang juga sebagai pendiri Majelis Dzikir dan Shalawat RI 1 Prabowo Subianto.

Selanjutnya Budi menyebut, kegiatan buka puasa bersama (bukber) di sekolah memiliki banyak manfaat, di antaranya: menanamkan karakter siswa, mempererat silaturahmi, memupuk rasa persaudaraan dan persahabatan serta meningkatkan keimanan dan menambah pengetahuan siswa akan agamanya dan sebagai warga negara
“Gagasan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kedekatan antara para Asatidz dan santri serta meningkatkan motivasi dalam belajar. Selain itu, untuk menjaga tradisi dan budaya dalam menjalin keakraban antar sesama, khususnya dalam memposisikan santri sebagai kaum terpelajar dan sebagai bagian dari komponen bangsa,” sebut Budi.
“Hal ini menjadi penting disampaikan kepada santri, agar bekal yang mereka miliki lebih sempurna. Antara wawasan keagamaan dan kebangsaan itu saling berhubungan,” pungkas Budi.***
Foto : Istimewa
Editor : M. Nabil
Reporter : Aab