Jaga Keseimbangan Keuangan, PT Pupuk Indonesia Komitmen Jalankan Tata Kelola Perusahaan yang Baik

Date:

Bisnisnews.net ||  PT Pupuk Indonesia berkomitmen untuk menjalankan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dan memastikan transparansi laporan keuangan yang selalu diaudit oleh auditor independen serta BPK sesuai regulasi yang berlaku.

Dikutip dari buku Laporan Auditor Independen Kepada Pemegang Saham PT Pupuk Indonesia (Persero), Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (PwC Indonesia) menyatakan bahwa menurut opini kami, laporan keuangan konsolidasian Grup tanggal 31 Desember 2023 serta kinerja keuangan konsolidasian dan arus kas konsolidasi nya untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

Artinya, laporan keuangan disajikan secara wajar dalam semua aspek material sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

Selain itu, dalam proses audit, laporan keuangan Pupuk Indonesia telah di-review oleh auditor BPK RI AKN II sebagai bagian dari Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2023. Laporan tersebut juga telah selesai di-review oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingat Pupuk Indonesia memiliki Obligasi.

Terkait dengan pemberitaan mengenai laporan keuangan Pupuk Indonesia, dapat dijelaskan beberapa hal sebagai berikut :

1.⁠ ⁠Tuduhan adanya rekening yang tidak disajikan dalam neraca senilai Rp7,978 triliun.

Faktanya, seluruh dana telah dicatat dalam Laporan Posisi Keuangan (Neraca) pada “Aset Lancar Lainnya” sesuai standar akuntansi yang berlaku.

Deposito berjangka lebih dari tiga bulan memang tidak dikategorikan sebagai kas dan setara kas, melainkan dikategorikan sebagai aset lancar lainnya.

Sementara kas yang dibatasi penggunaannya merupakan saldo yang dialokasikan untuk Perjanjian Pelayanan Jasa Notional Pooling (PPJNP). Kedua hal tersebut telah tercatat di dalam laporan keuangan.

2.⁠ ⁠Tuduhan pencairan deposito sebesar Rp15,932 triliun yang tidak dilaporkan.

Faktanya, perubahan saldo deposito telah dicatat secara transparan dalam laporan keuangan.

Penurunan saldo dari Rp12,784 triliun menjadi Rp4,121 triliun telah dijelaskan oleh faktor-faktor seperti penempatan ke dalam deposito jatuh tempo lebih dari tiga bulan, penempatan kas dalam kategori kas yang dibatasi penggunaannya, serta pencairan lainnya yang sesuai dengan prinsip akuntansi.

Dengan demikian, seluruh laporan keuangan telah disusun dan disajikan secara transparan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.***

Foto : Istimewa

Editor : M. Nabil

(Aab)

Share post:

Subscribe

spot_imgspot_img

Popular

More like this
Related

Gelar Budaya Pesona Kadudampit 2026, Wabup Ingatkan Jaga Alam dan Kebersihan Lingkungan 

Bisnisnews.net - Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas mengapresiasi inisiatif...

Ahmad Syukri: Konferprov PWI Jabar 2026 Momentum Bersatu, Bukan Berpecah

Bisnisnews.net – Plt Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa...

Buka Konferprov PWI Jabar 2026, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan: Kritik Boleh, Asal Membangun

Bisnisnews.net – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan secara resmi...

Diskominfo Jabar Dorong Sinergi Pers dan Pemerintah Hadapi Era Digital

Bisnisnews.net – Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat...