Bisnisnews.net – Kemeriahan laga final Open Tournament Sepak Bola Bumikiara Cup 2026 tidak hanya menyajikan tontonan olahraga yang menghibur, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Lautan penonton yang memadati Lapang Binakarya menjadi potensi pasar yang sangat menjanjikan bagi para pedagang makanan dan minuman di sekitar area pertandingan, pada Minggu (8/11/2026).
Salah satu pedagang lokal yang merasakan langsung manisnya rezeki dari perhelatan sengit ini adalah Mang Eman, pemilik warung jajanan sederhana di pinggir lapangan. Selama pertandingan puncak berlangsung, lapaknya tak pernah sepi dari serbuan penonton yang ingin melepas dahaga dan mengganjal perut di tengah riuhnya suasana laga.
Warung milik Mang Eman menjajakan aneka menu favorit penonton sepak bola tarkam, seperti es segar, cilok bumbu kacang, hingga sosis bakar. Sejak peluit awal dibunyikan, antrean pembeli terus mengular demi mendapatkan kesegaran minuman dingin dan jajanan hangat di tengah cuaca lapangan yang panas dan penuh sorak-sorai.
Penjualan Mang Eman pada laga puncak ini mengalami lonjakan drastis jika dibandingkan dengan hari-hari biasa maupun pertandingan babak penyisihan sebelumnya. Omzet harian yang didapatkannya meroket hingga beberapa kali lipat berkat membludaknya ribuan pasang mata suporter yang memadati lokasi turnamen.
“Alhamdulillah, momentum final hari ini luar biasa ramai. Dagangan es, cilok, sama sosis laku keras dari siang sampai sore. Keuntungannya berlipat ganda dibanding hari biasa,” ujarnya.
Meskipun turnamen Bumikiara Cup 2026 ini sudah bergulir hampir satu bulan penuh, puncak keberkahan ekonomi paling dirasakan oleh para pedagang pada laga final. Keberadaan turnamen yang digagas oleh KNPI dan Karang Taruna Kecamatan Simpenan ini terbukti sukses menggerakkan roda perekonomian masyarakat kecil di Desa Cidadap.***
Editor: M. Nabil
(YSP)