Bisnisnews.net – Pemerintah Kota Sukabumi terus memperluas peluang kerja bagi masyarakat, salah satunya melalui penempatan pekerja migran ke luar negeri. Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, melepas 30 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang akan bekerja di Dubai, Malaysia, dan Thailand melalui LPK Rich Institute Kota Sukabumi.
Pelepasan tersebut berlangsung di Lapang Apel Setda Kota Sukabumi, Senin (2/11/2026), bersamaan dengan pemberangkatan Kontingen Festival Seni Jawa Barat 2026.
Ayep mengatakan, pengurangan pengangguran menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahannya. Ia mengapresiasi kontribusi LPK Rich Institute dalam membuka akses kerja bagi masyarakat. Hingga saat ini, lembaga tersebut diperkirakan telah memberangkatkan lebih dari 700 pekerja migran asal Kota Sukabumi.
Menurut Ayep, pemerintah daerah menargetkan terciptanya 10.000 hingga 15.000 kesempatan kerja selama masa kepemimpinannya. Untuk mendukung target tersebut, persiapan tenaga kerja perlu dilakukan sejak bangku sekolah hingga perguruan tinggi.
“Perencanaan tenaga kerja perlu dilakukan sejak dini, mulai dari jenjang SMK, SLTA, hingga perguruan tinggi, agar para lulusan memiliki kesiapan dan akses terhadap dunia kerja,” katanya.
Ia berpesan kepada para CPMI agar bekerja secara profesional, menjaga integritas, menaati kontrak kerja, serta meningkatkan keterampilan dan kemampuan berbahasa. Ayep juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik daerah dan bangsa selama bekerja di luar negeri.
Selain agenda pelepasan CPMI, Ayep turut melepas Kontingen Festival Seni Jawa Barat 2026. Ia berharap para peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Kota Sukabumi.
Dalam kesempatan tersebut, Ayep juga mengingatkan aparatur pemerintah untuk menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, dan amanah dalam menjalankan tugas. Ia mengajak seluruh perangkat daerah dan pelaku usaha berkontribusi melalui kerja profesional dan bertanggung jawab demi mendorong kesejahteraan masyarakat.
Pemkot Sukabumi berharap pengembangan peluang kerja dan promosi seni budaya dapat menjadi bagian dari upaya mewujudkan daerah yang sejahtera dan berdaya saing.***(RAF)
Editor: M. Nabil