Bisnisnews.net – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, mendorong lulusan perguruan tinggi untuk memanfaatkan berbagai peluang kerja guna meningkatkan kemandirian ekonomi. Salah satu sektor yang dinilai memiliki prospek ialah penempatan tenaga kerja ke luar negeri, terutama bagi lulusan bidang kesehatan.
Hal itu disampaikan Ayep saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda STIKESMI Tahun Akademik 2025–2026 di Gedung Anton Soedjarwo, Jalan Bhayangkara Nomor 166, Kota Sukabumi, Sabtu (24/10/2026).
Menurut Ayep, lulusan keperawatan dan kebidanan memiliki kesempatan untuk berkarier di tingkat internasional seiring kebutuhan tenaga kesehatan. Pemerintah Kota Sukabumi pun berupaya memfasilitasi masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri melalui program penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Ia mengimbau para wisudawan yang tertarik meniti karier sebagai pekerja migran agar berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi untuk memperoleh informasi mengenai proses penempatan.
“Bagi para wisudawan yang berminat bekerja ke luar negeri, silakan segera mendaftarkan diri melalui Dinas Tenaga Kerja. Kita sudah memiliki mitra perusahaan penempatan pekerja migran yang aktif membantu proses penempatan tenaga kerja,” ujar Ayep.
Ia menegaskan, perluasan kesempatan kerja menjadi salah satu langkah yang ditempuh pemerintah daerah untuk mengatasi pengangguran. Namun, peluang tersebut harus diiringi kesiapan kompetensi, pemenuhan persyaratan profesi, serta proses penempatan sesuai ketentuan yang berlaku.
Pada kesempatan itu, Ayep juga menyampaikan apresiasi kepada STIKESMI yang telah berkontribusi mencetak sumber daya manusia di bidang kesehatan. Ia berharap para lulusan mampu mengembangkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan agar dapat bersaing di dunia kerja.
Selain ketenagakerjaan, Ayep menyoroti perlunya perhatian terhadap masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah. Menurutnya, persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan pemerintah dan berbagai lembaga agar masyarakat tetap memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan.
Program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C menjadi salah satu upaya yang dapat diperkuat untuk membantu masyarakat melanjutkan pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Ayep berharap, kolaborasi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan dapat memperluas akses pendidikan, meningkatkan kompetensi lulusan, serta membuka lebih banyak kesempatan kerja.
“Peningkatan kualitas pendidikan dan terbukanya kesempatan kerja akan memberikan dampak terhadap kesejahteraan masyarakat, pengurangan kemiskinan, serta pertumbuhan ekonomi Kota Sukabumi,” katanya.
Melalui momentum wisuda tersebut, ia berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar akademik, melainkan terus meningkatkan kemampuan dan memanfaatkan peluang yang tersedia untuk membangun masa depan yang lebih baik.***(RAF)
Editor: M. Nabil