Bisnisnews.net – Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN) membuka peluang menambah bantuan becak listrik untuk para pengayuh becak di Kabupaten Sukabumi. Dari penyaluran awal sebanyak 100 unit, jumlah bantuan berpotensi meningkat menjadi 200 unit apabila pendataan menunjukkan masih ada penerima yang membutuhkan.
Wakil Ketua YGSN, Nanik S. Deyang, mengatakan penyaluran tahap awal dilakukan berdasarkan data sementara jumlah pengayuh becak yang menjadi sasaran program bantuan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
“Untuk di Sukabumi sementara 100. Karena data sementara 100. Tapi nanti, katanya Pak Bupati, ada masih ada. Jadi kita akan tambah insya Allah 200,” ucap Nanik saat penyerahan bantuan di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Senin (19/10/2026).
Bantuan becak listrik tersebut merupakan bagian dari program yang dijalankan YGSN untuk membantu para pengayuh becak, khususnya mereka yang telah berusia lanjut dan masih mengandalkan tenaga fisik untuk mencari nafkah.
Nanik menjelaskan, program tersebut telah dimulai sejak Oktober 2023, sebelum Prabowo menjabat sebagai presiden. Program ini berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi para pengayuh becak yang mayoritas berusia lanjut.
“Jadi ini sebetulnya program becak listrik ini sejak tahun 2023, jadi sebelum Pak Prabowo menjadi presiden. Ini bentuk kepedulian beliau, rasa beliau, keprihatinan beliau melihat banyak sekali pembecak di Indonesia ini rata-rata usianya di atas 70 tahun dan mereka menggunakan tenaga,” katanya.

Becak listrik yang diproduksi PT Pindad itu diklaim mampu menempuh jarak hingga 35 kilometer. Selain membantu mengurangi beban fisik saat bekerja, kendaraan tersebut dinilai memiliki biaya operasional yang relatif terjangkau.
Nanik menyebut biaya pengisian daya sekitar Rp4.000 dapat digunakan untuk pemakaian selama dua hingga tiga hari. Dengan biaya tersebut, para penerima diharapkan dapat memanfaatkan becak listrik untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Secara nasional, Nanik menyebut jumlah becak listrik yang telah disalurkan melalui program tersebut hampir mencapai 15.000 unit. Sementara itu, sekitar 60.000 unit pesanan disebut masih berada di PT Pindad.
“Jadi waktu itu kita mulai luncurkan di bulan Oktober 2023, itu 1.000. Dan sampai hari ini ini sudah hampir 15.000, ya. Ini kita masih punya persediaan yang dipesan oleh Presiden itu sekitar 60.000 masih di Pindad,” ungkapnya.
Meski menerima bantuan, para pengayuh becak diingatkan untuk menjaga dan merawat kendaraan tersebut agar dapat digunakan dalam jangka panjang. Nanik menegaskan becak listrik yang diberikan tidak boleh dialihkan kepada orang lain ataupun diperjualbelikan.
“Yang paling penting tidak boleh dipindahtangankan bahkan diperjual belikan,” pungkasnya.***(RAF)
Editor: M. Nabil