Bisnisnews.net – Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki meminta jajaran pemerintah daerah tidak berhenti pada penyusunan gagasan dalam menangani berbagai persoalan masyarakat. Menurutnya, setiap rencana harus diterjemahkan menjadi langkah konkret dan memberikan hasil yang dapat dirasakan warga.
Pesan tersebut disampaikan Ayep saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila tingkat Kota Sukabumi yang berlangsung di Plaza Balai Kota Sukabumi, Kamis (1/10/2026).
Ayep mengatakan, peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar agenda tahunan, tetapi dapat menjadi momentum untuk memperkuat penerapan nilai Pancasila melalui pelayanan dan kebijakan pemerintah.
Ia menilai persoalan seperti kemiskinan, pendidikan, hingga pengangguran membutuhkan penanganan yang lebih konkret, terukur, dan dilakukan secara berkelanjutan.
“Berbagai persoalan, seperti kemiskinan, pendidikan, dan pengangguran, tidak cukup hanya dibahas melalui gagasan dan analisis, tetapi harus diikuti dengan implementasi yang terukur dan berkelanjutan,” ujar Ayep.
Menurutnya, Kota Sukabumi membutuhkan lebih banyak pihak yang mampu berperan sebagai pelaksana untuk memastikan berbagai gagasan tidak berhenti dalam pembahasan.
“Kita sudah terlalu banyak dengan gagasan dan pemikiran. Yang penting sekarang adalah eksekusi, implementasi, implementasi,” tegasnya.
Ayep juga mengaitkan pengamalan Pancasila dengan upaya menghadirkan keadilan sosial bagi masyarakat. Ia menyoroti masih adanya warga yang belum menuntaskan pendidikan dasar maupun belum memiliki ijazah.
Selain itu, kesempatan masyarakat untuk mengenyam pendidikan tinggi dinilai masih perlu diperluas. Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan masih adanya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.
“Kesaktian Pancasila tidak cukup hanya diperingati secara seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama dalam menghadirkan keadilan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ia pun mendorong seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat untuk menjadikan pendidikan, kemiskinan, dan pengangguran sebagai persoalan yang harus ditangani melalui program nyata.
“Selesaikan pendidikan, kemiskinan, dan pengangguran. Kalau itu sudah kita lakukan, baru kita bisa mengatakan bahwa Pancasila benar-benar sakti,” pungkasnya.
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tersebut diikuti unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, perangkat daerah, BLUD dan BUMD, camat dan lurah, instansi vertikal, organisasi keagamaan, organisasi wanita, serta masyarakat.***(RAF)
Editor: M. Nabil