Bisnisnews.net – Lapangan Gedung D UMMI penuh warna Senin (14/9/2026). Sebanyak 2.034 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) resmi memulai langkahnya di perguruan tinggi melalui kegiatan Masa Ta’aruf Keakraban (Mastaka) UMMI 2026.
Acara pembukaan dihadiri Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas, mantan Rektor Dr. Sakti Alamsyah, Ketua BPH UMMI, hingga perwakilan Wali Kota Sukabumi.
Tahun ini UMMI mengangkat tema “Mencetak Generasi Unggul, Berprestasi, dan Berdampak” sebagai arah pembinaan karakter mahasiswa baru.
Rektor UMMI Prof. Dr. Reny Sukmawani menyampaikan kabar membanggakan. Mahasiswa baru UMMI 2026 berasal dari 24 provinsi di Indonesia. Dari Aceh hingga Papua, dari Kalimantan sampai NTT, semua berkumpul di satu almamater.
Yang menarik, UMMI juga dipercaya 1,72% mahasiswa non-muslim. Ini bukti UMMI adalah kampus inklusif dan terbuka untuk semua.
“Kami percaya bahwa pendidikan tinggi adalah hak segala bangsa. Karena itu, UMMI menyiapkan ruang belajar yang adil tanpa membeda-bedakan. Saudara datang dari berbagai daerah, budaya, dan latar belakang yang beragam, namun hari ini kita dipertemukan dalam satu almamater, yaitu Universitas Muhammadiyah Sukabumi,” kata Reny.
Bagi Reny, Mastaka bukan sekadar ospek. Ini adalah proses menanamkan nilai, tanggung jawab, dan budaya akademik.
“Tema yang kami angkat tahun ini adalah ‘Mencetak Generasi Unggul, Berprestasi, dan Berdampak’. Unggul dalam ilmu, kuat dalam karakter berlandaskan nilai-nilai keislaman, serta mampu memberikan manfaat dan berdampak bagi masyarakat,” jelasnya.
Bukti nyata komitmen itu langsung terlihat. UMMI mengawali Mastaka dengan menanam 2.034 pohon di daerah asal mahasiswa. Satu mahasiswa, satu pohon. Simbol kepedulian terhadap lingkungan.
Sebelum menutup, Rektor berpesan 5 hal penting: pahami sistem pendidikan tinggi, jenjang kampus, cara belajar, hak-kewajiban mahasiswa, dan jaga integritas.
“Jaga etika dalam berkomunikasi, baik secara langsung maupun saat menggunakan ruang digital. Tanamkan dalam diri bahwa identitas sebagai mahasiswa bukan hanya terlihat dari almamater yang dikenakan, tetapi juga dari sikap dan perilaku,” pungkas Prof. Reny.***
Editor: M. Nabil
(Aab)