Bisnisnews.net – Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA) Kabupaten Kuningan menetapkan Muliawan Ahmadi, S.E sebagai Ketua DPC Partai HANURA Kabupaten Kuningan periode 2025–2030 secara aklamasi.
Pemilihan ini menjadi bagian dari proses konsolidasi kepemimpinan HANURA di Kuningan. Muscab juga dimanfaatkan untuk menyatukan kekuatan kader dan menyusun strategi menghadapi agenda politik ke depan.
Kegiatan Muscab dihadiri unsur DPP dan DPD Partai HANURA. Hadir Ketua DPD HANURA Jabar H. Dian Rahadian, S.H., M.H., Sekretaris DPD HANURA Jabar Cecep Lukmanul Hakim, M.Ag., dan Wasekjen DPP HANURA Budi Hermansyah.
Turut hadir pula Asep Riyadi selaku Wakil Ketua DPD HANURA Jabar dan Bebeng Suryana, Wakil Ketua Bidang OKK DPD HANURA Jabar.
Dalam sambutannya, Ketua DPD HANURA Jabar H. Dian Rahadian menegaskan kepemimpinan baru harus segera ditindaklanjuti dengan konsolidasi organisasi.
Menurutnya, Muscab bukan hanya forum pemilihan ketua, melainkan awal untuk menggerakkan mesin partai hingga ke tingkat ranting.
Dian meminta pengurus baru merangkul seluruh kader dan membangun struktur secara terukur. Ia juga mendorong kader HANURA aktif di masyarakat, memahami persoalan warga, dan menjadi wadah aspirasi rakyat.
Wasekjen DPP HANURA Budi Hermansyah menekankan pentingnya kesiapan organisasi menghadapi tahapan politik mendatang.
Ia menyebut struktur harus diperkuat bersamaan dengan tertib administrasi, validasi keanggotaan, kesiapan sekretariat, dan konsolidasi berjenjang demi menghadapi verifikasi dan Pemilu 2029.
Ketua DPC HANURA Kuningan terpilih, Muliawan Ahmadi, S.E, menyatakan amanah ini akan dijawab dengan kerja kolektif. Ia berkomitmen merangkul seluruh kader dan memperkuat struktur partai di Kuningan.
Terpilihnya Muliawan secara aklamasi diharapkan menjadi awal konsolidasi yang lebih solid di tubuh HANURA Kuningan. Pengurus 2025–2030 dituntut membangun struktur hidup, memperluas basis, dan mendekatkan partai ke masyarakat.
Dengan semangat kebersamaan itu, DPC HANURA Kuningan diharapkan memiliki fondasi kuat. Hasil Muscab dijadikan titik awal kerja nyata menuju Pemilu 2029.***
Editor: M. Nabil
(Aab)