Bisnisnews.net – Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Sukabumi bersama Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) menggelar koordinasi pengelolaan dan perlindungan kawasan hutan yang berbatasan. Pertemuan berlangsung di Kantor Perhutani KPH Sukabumi, Rabu (09/09/2026).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat komunikasi, pertukaran informasi, serta sinergi antarlembaga dalam menjaga kelestarian kawasan hutan.
Koordinasi tersebut dihadiri Kepala Seksi (Kasi) TNGHS, Made, didampingi Surahman dari Bidang Aset/Barang Milik Negara (BMN). Dari pihak Perhutani hadir Administratur Perhutani KPH Sukabumi, Dedy S.J. Mulyanto, didampingi Wakil Administratur, Aldy Juliansyah.
Samakan Langkah Jaga Ekosistem
Administratur Perhutani KPH Sukabumi, Dedy S.J. Mulyanto, menyampaikan koordinasi antarlembaga menjadi bagian penting dalam mendukung pengelolaan kawasan hutan secara berkelanjutan, khususnya pada wilayah yang berbatasan dan memiliki keterkaitan ekosistem.
“Koordinasi antara Perhutani dan TNGHS sangat penting untuk menyamakan langkah dalam menjaga kelestarian ekosistem. Dengan komunikasi dan pertukaran informasi yang baik, berbagai potensi gangguan terhadap kawasan hutan dapat diantisipasi dan ditangani secara lebih optimal,” ujar Dedy.
Dedy menambahkan sinergi tersebut juga diperlukan dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Salah satunya potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), terutama pada musim kemarau. Koordinasi dan pertukaran informasi mengenai kondisi lapangan diharapkan dapat memperkuat langkah pencegahan serta penanganan gangguan keamanan hutan di kawasan berbatasan.
Dukung Perlindungan Keanekaragaman Hayati
Sementara itu, Kasi TNGHS, Made, menyampaikan koordinasi dengan Perhutani diperlukan untuk mendukung pengelolaan kawasan secara lebih efektif, khususnya dalam perlindungan hutan dan keanekaragaman hayati.
“Koordinasi ini menjadi langkah penting untuk menyamakan informasi dan langkah di lapangan, khususnya dalam pengelolaan kawasan yang saling berbatasan. Kami berharap komunikasi dan koordinasi antarlembaga dapat terus diperkuat sehingga perlindungan kawasan hutan dan keanekaragaman hayati dapat berjalan secara optimal,” ungkap Made.
Pertemuan dilanjutkan dengan diskusi teknis dan pertukaran informasi terkait kondisi terkini di lapangan sebagai bahan koordinasi dalam mendukung pengelolaan dan perlindungan kawasan hutan ke depan.***
Editor: M. Nabil
(Aab)