Bisnisnews.net – Tepuk tangan dan sorak warga menggema di Lapang Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Sabtu malam 29 Agustus 2026. Puncak perayaan Milangkala ke-44 Desa Sirnaresmi resmi menutup sebulan penuh rangkaian kegiatan hari jadi desa.
Sejak awal Agustus, warga sudah disibukkan dengan berbagai agenda. Ada lomba antar RW, pertandingan olahraga, pertunjukan seni dan budaya, kegiatan sosial, pawai karnaval, sampai bazar UMKM. Semuanya muara di acara puncak.
Kepala Desa Sirnaresmi, H. Andi Sukandi, SE, menyebut Milangkala adalah cara warga mengingat jejak panjang desanya. 44 tahun bukan waktu sebentar.
“Ini merupakan bentuk bakti kita sebagai warga yang tetap mengingat sejarah. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk mempererat kebersamaan antarwarga,” ujarnya.
Ia juga menegaskan, kegiatan dibuat terbuka agar semua kalangan bisa terlibat dan menunjukkan potensi. Dari anak-anak yang ikut lomba, pemuda di bidang olahraga dan seni, hingga ibu-ibu pelaku UMKM.
“Melalui berbagai kegiatan positif ini, kami ingin memberikan ruang kepada warga untuk menunjukkan kreativitasnya,” kata H. Andi Sukandi.
Lapang desa yang biasanya sepi, malam itu berubah jadi pusat keramaian. Tenda UMKM berjejer, panggung hiburan tak pernah sepi penonton, dan keluarga-keluarga duduk lesehan menikmati suasana.
Camat Gunungguruh, Kusyana, yang turut hadir memberi apresiasi. Ia melihat langsung bagaimana warga Sirnaresmi masih kompak dalam menyiapkan dan menyukseskan acara.
“Kami bangga karena kebersamaan masyarakat masih terlihat dalam pelaksanaan Milangkala Desa Sirnaresmi yang ke-44,” ungkapnya.
Kusyana berharap semangat itu jangan berhenti di perayaan. Menurutnya gotong royong adalah kunci agar desa terus berkembang meski zaman terus berubah.
“Ini menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki rasa bangga terhadap desanya. Semangat gotong royong juga terlihat dari keterlibatan masyarakat dalam kegiatan Milangkala ini,” katanya.
Tepat pukul 22.00 WIB, rangkaian Milangkala ke-44 resmi ditutup. Bagi warga Sirnaresmi, perayaan ini bukan hanya pesta, tapi juga pengingat bahwa kebersamaan dan kreativitas warga adalah modal utama menuju desa yang lebih maju.***
Editor: M. Nabil
(Tia/Dewi/Herlina/PPL Institut Al-Masthuriyah)