Bisnisnews.net – Lapang Desa Sirnaresmi, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, penuh sesak pada Jumat 29 Agustus 2026. Puncak Milangkala ke-44 desa itu ditutup dengan hiburan rakyat dan pasar UMKM yang diburu warga.
Rangkaian kegiatan sudah berjalan sejak awal Agustus. Puncaknya dijadikan ruang temu warga sekaligus ajang menggerakkan ekonomi lokal.
Para pedagang kecil mengaku paling diuntungkan. Antrian pembeli tak putus sejak siang hingga malam.
Dian (37), penjual es teler asal Kampung Mekarjaya jadi salah satu yang paling merasakan.
“Alhamdulillah ramai, pengunjung juga banyak. Antusias masyarakat di Mekarjaya khususnya cukup mendukung untuk kita berjualan dan mendukung UMKM di sini. Pengunjung juga tidak pelit jajan dan tidak hitung-hitungan,” ujarnya.
Cuaca kemarau yang panas membuat minuman segar jadi primadona. Es teler, es teh poci, sampai es krim laris diborong warga.
Lonjakan omzet pun terasa. Jika di rumah Dian hanya dapat sekitar Rp500 ribu sehari, di acara Milangkala angkanya bisa 6-8 kali lipat.
“Kalau untuk omzet sehari di acara seperti ini, kalau lagi ramai bisa mencapai Rp3–4 juta. Sedangkan kalau di rumah paling hanya mencapai Rp500 ribu,” ungkapnya.
Tidak semua pedagang merasakan hal sama. Hendry Supriadi, penjual corndog asal Bojong Kidul, menyebut penjualan masih fluktuatif.
Ia juga menyorot dampak program Makan Bergizi Gratis di sekolah yang membuat omzet jajanan anak turun. Hendry berharap ada penataan khusus untuk UMKM kecil.
“Harapannya buat para penjual atau pelaku UMKM, semoga ada penataan yang bagus buat UMKM yang kecil, karena mungkin ada bantuan dari pemerintah yang tidak tersampaikan ke masyarakat kecil,” katanya.
Cerita berbeda datang dari Ibu Neng, penjual Pop Ice asal Lembur Situ. Omzetnya naik dua kali lipat dibanding mangkal di SD. Dari Rp500 ribu menjadi sekitar Rp1 juta. Harga jual yang naik ke Rp5.000 juga membantu.
“Alhamdulillah laris. Perbedaannya sangat jauh ketika mangkal dan di acara seperti ini. Biasanya sekitar Rp500 ribu, sekarang mencapai Rp1 juta,” ucapnya.
Ia berharap ke depan perekonomian Desa Sirnaresmi semakin maju dan tertata.
Puncak Milangkala ke-44 sekaligus menutup seluruh rangkaian kegiatan sejak awal Agustus. Selain jadi ajang silaturahmi warga, acara ini terbukti jadi penggerak roda ekonomi desa.
Warga berharap kegiatan serupa terus digelar dengan pengelolaan lebih rapi, agar berkah Milangkala bisa dirasakan lebih luas oleh pelaku UMKM Sirnaresmi.***
Editor : M. Nabil
(Tia/Dewi/Herlina/PPL Institut Al-Masthuriyah)