Bisnisnews.net – Semangat Reformasi 1998 kembali digaungkan. Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98 (PPJNA 98) menggelar forum konsolidasi bersama aktivis dan mahasiswa di Yogyakarta, Sabtu (18/7/2026).
Forum ini dipimpin Ketua Umum PPJNA 98 Anto Kusumayuda. Hadir puluhan peserta dari berbagai kampus dan komunitas aktivis di Yogyakarta. Tujuannya jelas: memperkuat dukungan terhadap program-program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Bagi Anto, pertemuan ini bukan sekadar ajang silaturahmi. Ini adalah ruang untuk menyatukan persepsi bahwa pembangunan nasional hanya bisa berhasil jika ada kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sipil.
“Keberhasilan pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Perlu ada pengawalan dari bawah. Mahasiswa, aktivis, akademisi punya peran penting di situ,” tegas Anto di hadapan peserta.
Dalam diskusi, mengemuka sejumlah isu strategis nasional. Peserta menyoroti ketahanan pangan, kemandirian energi, pemerataan infrastruktur, lapangan kerja untuk anak muda, hingga penguatan kualitas pendidikan.
Isu global juga jadi perhatian. Anto menyoroti perlambatan ekonomi dunia, konflik geopolitik, dan ketatnya persaingan antar negara. Menurutnya, situasi ini menuntut Indonesia bersatu dan fokus pada agenda pembangunan dalam negeri.
Anto mengingatkan, sikap kritis mahasiswa jangan sampai hilang. Namun kritik harus membangun. “Kritik tanpa solusi itu percuma. Mahasiswa harus jadi mitra, bukan oposisi yang mematikan. Sampaikan kritik objektif dan berbasis data,” pesannya.
Para peserta juga menyampaikan aspirasi. Banyak yang menekankan pentingnya ekonomi kerakyatan, pemerataan pembangunan sampai ke daerah, dan penguatan nilai kebangsaan di kalangan generasi muda.
Anto menanggapi positif semua masukan. Ia menegaskan PPJNA 98 akan terus menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah. Organisasi ini berkomitmen menjaga semangat Reformasi, bukan hanya untuk demokrasi, tapi juga untuk kesejahteraan.
Menutup forum, PPJNA 98 menyatakan siap mengawal dan mendukung program strategis pemerintah agar tepat sasaran dan dirasakan rakyat. Forum Yogyakarta ini diharapkan menjadi awal dari jejaring komunikasi yang lebih luas antara PPJNA 98 dengan aktivis di seluruh Indonesia.***
Editor : M. Nabil
(Aab)