Bisnisnews.net – Semangat pemberdayaan perempuan kembali digaungkan di Kabupaten Sukabumi. Bupati *H. Asep Japar* mengajak kaum perempuan untuk tidak ragu tampil dan mengambil peran penting dalam pembangunan daerah.
Pesan itu disampaikan langsung saat Bupati menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Se-Kecamatan se-Kabupaten Sukabumi di Jalan Ahmad Yani, Senin, 6 Juli 2026.
Di hadapan ratusan pengurus KPPI, Bupati menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam membawa perubahan.
“Perempuan Sukabumi harus maju dan tampil di kancah apapun serta mengharumkan nama daerah,” tegasnya.
Menurut Asep Japar, kemajuan sebuah daerah tidak akan maksimal tanpa keterlibatan perempuan. Ia meyakini pembangunan inklusif dan berkelanjutan hanya bisa terwujud jika perempuan diberi ruang setara untuk bicara dan mengambil keputusan.
“Kami mendukung penuh kiprah perempuan,” ujarnya. Komitmen itu, kata dia, akan diwujudkan melalui dukungan program dan kebijakan yang berpihak pada perempuan.
Dengan dilantiknya DPAC KPPI hingga ke tingkat kecamatan, Bupati berharap gerakan perempuan di Sukabumi semakin kuat dan masif. KPPI disebutnya sebagai rumah perjuangan yang tepat untuk menyuarakan hak-hak perempuan.
“Mari berkontribusi nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sukabumi,” ajak Bupati.
Senada dengan itu, Ketua DPC KPPI Kabupaten Sukabumi Hj. Dewi Risnasari menyebut pelantikan ini sebagai langkah awal menguatkan jaringan hingga ke akar rumput.
“Semoga yang menjadi harapan kita semua lancar. Apalagi dengan dorongan Pak Bupati agar perempuan berjuang untuk Kabupaten Sukabumi,” ucap Dewi.
Pelantikan DPAC KPPI ini menjadi penanda bahwa peran perempuan di Sukabumi tidak lagi sebatas di ranah domestik. Kini, perempuan didorong untuk tampil di politik, ekonomi, sosial, hingga menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat.
Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, diharapkan perempuan Sukabumi bisa menjadi teladan _agent of change_ yang membawa dampak nyata bagi daerah.***
Editor : M. Nabil
(IFU)